Alur Penggunaan E*Trade Data Bagi Nasabah ⏱ 11 menit baca 👁 40 views

Pembelian Aset Sesuai Instruksi

Pembelian aset sesuai instruksi adalah tahap ketika nasabah memilih aset dan memasukkan nominal pembelian berdasarkan data yang diberikan oleh analyst. Pada tahap ini, nasabah harus memastikan saldo, aset, dan nominal pembelian sudah sesuai sebelum transaksi dikonfirmasi.

Pengertian Pembelian Aset Sesuai Instruksi

Pembelian aset sesuai instruksi adalah proses ketika nasabah melakukan transaksi berdasarkan arahan yang sudah diberikan oleh analyst.

Dalam E*Trade Data, nasabah tidak melakukan pembelian aset secara sembarangan atau berdasarkan pilihan pribadi. Setiap pembelian dilakukan dengan mengikuti data sesi yang telah dikirimkan oleh analyst melalui bimbingan 1 on 1.

Data tersebut biasanya berisi informasi utama seperti:

  •  saldo akun nasabah 
  •  aset yang harus dipilih 
  •  nominal pembelian 
  •  arahan untuk menunggu sesi berjalan 
  •  keterangan bahwa transaksi akan ditutup otomatis oleh sistem 

Dengan mengikuti instruksi tersebut, pembelian aset dapat berjalan sesuai alur sesi yang diarahkan.

Tujuan Pembelian Aset Sesuai Instruksi

Tahap pembelian aset bertujuan agar transaksi nasabah masuk ke dalam sesi yang benar.

Karena E*Trade Data menggunakan sistem berbasis sesi otomatis, maka ketepatan dalam memilih aset dan memasukkan nominal sangat penting.

Jika nasabah salah memilih aset atau salah memasukkan nominal, maka transaksi bisa tidak sesuai dengan data sesi yang diberikan analyst.

Karena itu, pembelian aset harus dilakukan dengan teliti, mengikuti arahan, dan tidak terburu-buru.

Data Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Aset

Sebelum melakukan pembelian aset, nasabah perlu memperhatikan tiga data utama.

1. Saldo Akun

Saldo akun menunjukkan jumlah nilai yang tersedia di dalam akun nasabah.

Dalam tampilan akun, saldo dapat ditampilkan dalam angka sistem. Misalnya:

Saldo: 100

Maka nilai tersebut setara dengan:

Rp100.000

Nasabah perlu memastikan saldo yang tersedia cukup untuk mengikuti nominal pembelian yang diarahkan.

2. Aset Yang Dipilih

Aset adalah pilihan transaksi yang tersedia di dalam platform E*Trade Data.

Aset yang dipilih harus sesuai dengan arahan analyst. Contohnya:

  •  VENETIAN 
  •  PALAZZO 
  •  PARISIAN 
  •  MARINA BAY 
  •  SANDS 
  •  MGM 
  •  RIO 
  •  WYNN 
  •  GALAXY 
  •  BROADWAY 

Jika analyst mengarahkan untuk memilih aset VENETIAN, maka nasabah harus memilih VENETIAN, bukan aset lain.

3. Nominal Pembelian

Nominal pembelian adalah jumlah saldo yang digunakan untuk membeli aset pada sesi tersebut.

Contohnya:

Jika saldo akun adalah:

100 = Rp100.000

Dan analyst mengarahkan nominal pembelian:

12 = Rp12.000

Maka nasabah memasukkan nominal pembelian sebesar 12 di dalam sistem.

Setelah pembelian berhasil, saldo sementara akan berkurang menjadi:

100 - 12 = 88

Artinya saldo sementara menjadi:

88 = Rp88.000

Alur Pembelian Aset Secara Umum

Alur pembelian aset dalam E*Trade Data dapat dipahami sebagai berikut:

  1.  Analyst mengirimkan data sesi kepada nasabah 
  2.  Nasabah membaca data yang diberikan 
  3.  Nasabah membuka akun E*Trade Data 
  4.  Nasabah masuk ke menu trading atau pembelian aset 
  5.  Nasabah memilih aset sesuai arahan 
  6.  Nasabah memasukkan nominal pembelian sesuai data 
  7.  Nasabah memeriksa kembali aset dan nominal 
  8.  Nasabah mengonfirmasi pembelian 
  9.  Saldo terpotong sesuai nominal pembelian 
  10.  Transaksi masuk ke dalam sesi 
  11.  Nasabah menunggu sesi berjalan sampai auto close 

Alur ini perlu diikuti secara berurutan agar transaksi tidak salah masuk.

Contoh Proses Pembelian Aset

Misalnya analyst mengirimkan data kepada nasabah:

Saldo akun: 100
 Aset: VENETIAN
 Nominal pembelian: 12
 Durasi sesi: 5 menit

Artinya:

  •  Saldo nasabah adalah Rp100.000 
  •  Aset yang harus dipilih adalah VENETIAN 
  •  Nominal pembelian adalah Rp12.000 
  •  Setelah pembelian, saldo sementara menjadi 88 atau Rp88.000 

Maka nasabah perlu masuk ke platform, memilih aset VENETIAN, lalu memasukkan nominal 12 sesuai arahan.

Setelah pembelian berhasil, nasabah cukup menunggu sesi berjalan sampai sistem melakukan auto close.

Contoh Jika Pembelian Berhasil Profit

Jika sesi berhasil profit dengan benefit 30%, maka saldo akhir akan bertambah sesuai hasil sesi.

Contoh:

Saldo awal:

100 = Rp100.000

Setelah mengikuti sesi dan mendapatkan profit 30%, saldo akhir menjadi:

130 = Rp130.000

Artinya, nasabah memperoleh tambahan sebesar:

30 = Rp30.000

Dari contoh ini, nasabah dapat memahami bahwa angka di dalam akun mengikuti satuan sistem dan mewakili nilai rupiah.

Pentingnya Memilih Aset Yang Sesuai

Memilih aset yang sesuai arahan adalah bagian penting dalam proses pembelian.

Setiap sesi memiliki data aset yang sudah diarahkan oleh analyst. Jika nasabah memilih aset yang berbeda, maka transaksi tersebut tidak sesuai dengan sesi yang dimaksud.

Contohnya:

Analyst mengarahkan:

Aset: VENETIAN

Namun nasabah memilih:

PALAZZO

Maka pembelian tersebut tidak sesuai dengan arahan sesi.

Karena itu, sebelum menekan tombol pembelian, nasabah harus memastikan nama aset benar-benar sesuai dengan data yang diberikan analyst.

Pentingnya Memasukkan Nominal Yang Sesuai

Selain aset, nominal pembelian juga harus sesuai dengan arahan.

Nominal pembelian tidak boleh diubah sendiri oleh nasabah tanpa arahan analyst.

Jika nominal yang dimasukkan berbeda, maka perhitungan sesi bisa tidak sesuai dengan data yang diberikan.

Contohnya:

Analyst mengarahkan nominal:

12

Namun nasabah memasukkan:

20

Maka transaksi tidak mengikuti data sesi yang diarahkan.

Karena itu, nasabah perlu teliti saat memasukkan nominal pembelian.

Saldo Terpotong Setelah Pembelian

Setelah pembelian aset berhasil dilakukan, saldo akun akan berkurang sementara sesuai nominal pembelian.

Contoh:

Saldo awal:

100

Nominal pembelian:

12

Maka saldo setelah pembelian:

88

Pengurangan ini menunjukkan bahwa saldo sebesar 12 sedang digunakan dalam transaksi sesi.

Setelah sesi selesai dan sistem melakukan auto close, hasil sesi akan diproses dan ditampilkan kembali di akun.

Pembelian Aset Bukan Proses Manual Bebas

Dalam E*Trade Data, pembelian aset bukan dilakukan secara bebas seperti trading manual.

Nasabah tidak memilih aset berdasarkan perkiraan pribadi, tetapi mengikuti data sesi yang diberikan analyst.

Hal ini bertujuan agar proses pembelian lebih terarah dan sesuai dengan mekanisme sesi yang berjalan.

Nasabah tetap memiliki peran untuk melakukan pembelian sesuai instruksi, tetapi data aset dan nominal mengikuti arahan yang telah diberikan.

Hubungan Pembelian Aset Dengan Sesi Trading

Pembelian aset menjadi pintu masuk transaksi ke dalam sesi trading.

Setelah pembelian berhasil, transaksi akan tercatat di sistem dan masuk ke durasi sesi yang berjalan.

Kemudian sistem akan menjalankan sesi sampai waktu berakhir dan menutup transaksi secara otomatis.

Alurnya dapat dipahami seperti ini:

Data dari analyst → Nasabah membeli aset → Saldo terpotong → Transaksi masuk sesi → Sesi berjalan → Auto close → Hasil muncul

Dengan memahami hubungan ini, nasabah dapat mengetahui bahwa pembelian aset adalah tahap penting sebelum sesi berjalan.

Hal Yang Perlu Dicek Sebelum Konfirmasi Pembelian

Sebelum menekan tombol konfirmasi atau pembelian, nasabah perlu mengecek beberapa hal.

1. Nama Aset

Pastikan aset yang dipilih sudah sesuai dengan arahan analyst.

2. Nominal Pembelian

Pastikan nominal yang dimasukkan sama dengan data yang diberikan.

3. Saldo Akun

Pastikan saldo akun cukup untuk melakukan pembelian sesuai arahan.

4. Waktu Sesi

Pastikan pembelian dilakukan sesuai waktu arahan agar transaksi masuk ke sesi yang dimaksud.

5. Instruksi Analyst

Pastikan tidak ada instruksi tambahan yang belum dipahami.

Jika ada bagian yang belum jelas, nasabah sebaiknya bertanya terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.

Sikap Nasabah Saat Melakukan Pembelian

Saat melakukan pembelian aset, nasabah perlu tetap tenang dan teliti.

Jangan terburu-buru menekan tombol pembelian sebelum memastikan data sudah benar.

Sikap yang disarankan antara lain:

  •  membaca arahan analyst sampai selesai 
  •  memastikan aset benar 
  •  memastikan nominal benar 
  •  tidak mengganti data sendiri 
  •  tidak panik saat saldo berkurang sementara 
  •  menunggu sesi berjalan setelah transaksi berhasil 
  •  bertanya jika belum memahami instruksi 

Ketelitian pada tahap ini membantu proses berjalan sesuai alur.

Kondisi Jika Salah Memilih Aset

Jika nasabah salah memilih aset, transaksi dapat tidak sesuai dengan sesi yang diarahkan.

Karena itu, nasabah harus segera menghubungi analyst pendamping jika merasa melakukan kesalahan.

Kesalahan memilih aset biasanya terjadi karena:

  •  terburu-buru 
  •  tidak membaca data dengan teliti 
  •  salah menekan menu 
  •  aset memiliki nama yang mirip 
  •  mengikuti arahan lama, bukan arahan terbaru 

Untuk menghindari hal tersebut, nasabah perlu memastikan nama aset sebelum transaksi dikonfirmasi.

Kondisi Jika Salah Memasukkan Nominal

Jika nasabah salah memasukkan nominal pembelian, transaksi juga dapat tidak sesuai dengan data sesi.

Contohnya, nominal seharusnya 12, tetapi nasabah memasukkan 21.

Kesalahan nominal dapat mempengaruhi saldo sementara dan alur transaksi yang sedang berjalan.

Jika terjadi kesalahan, nasabah perlu segera menyampaikan kepada analyst agar mendapatkan arahan lanjutan sesuai kondisi yang terjadi.

Kondisi Jika Saldo Tidak Cukup

Jika saldo akun tidak cukup untuk mengikuti nominal pembelian yang diarahkan, nasabah tidak dapat melanjutkan pembelian sesuai nominal tersebut.

Dalam kondisi ini, nasabah perlu menghubungi analyst untuk mendapatkan arahan selanjutnya.

Nasabah tidak disarankan menyesuaikan nominal sendiri tanpa arahan, karena setiap nominal pembelian mengikuti data sesi yang sudah diberikan.

Kondisi Jika Pembelian Berhasil

Jika pembelian berhasil, saldo akun akan berkurang sesuai nominal pembelian dan transaksi akan masuk ke dalam sesi.

Setelah itu, nasabah cukup menunggu sampai sesi selesai.

Nasabah tidak perlu melakukan penjualan manual karena sistem akan menutup transaksi secara otomatis saat durasi sesi berakhir.

Pada tahap ini, nasabah perlu menunggu hasil ditampilkan di akun setelah auto close selesai.

Kondisi Jika Pembelian Gagal

Pembelian dapat gagal karena beberapa hal, seperti:

  •  koneksi internet terputus 
  •  saldo tidak cukup 
  •  sesi sudah melewati waktu 
  •  terjadi kesalahan input 
  •  sistem sedang memproses transaksi lain 
  •  halaman belum termuat sempurna 

Jika pembelian gagal, nasabah perlu menyampaikan kondisi tersebut kepada analyst pendamping dan tidak melakukan pembelian ulang tanpa arahan.

Hal ini penting agar tidak terjadi transaksi ganda atau kesalahan sesi.

Tidak Melakukan Pembelian Ulang Tanpa Arahan

Jika nasabah merasa transaksi belum berhasil, sebaiknya tidak langsung melakukan pembelian ulang tanpa arahan.

Nasabah perlu memastikan status transaksi terlebih dahulu.

Melakukan pembelian berulang tanpa instruksi dapat menyebabkan:

  •  saldo terpotong lebih dari satu kali 
  •  transaksi masuk lebih dari satu sesi 
  •  data transaksi menjadi tidak sesuai 
  •  nasabah bingung melihat hasil 

Karena itu, jika terjadi kendala, nasabah perlu menghubungi analyst terlebih dahulu.

Peran Analyst Setelah Pembelian

Setelah pembelian dilakukan, analyst dapat membantu memastikan apakah transaksi sudah berjalan sesuai arahan.

Analyst juga dapat mengarahkan nasabah untuk menunggu sesi sampai selesai.

Namun setelah transaksi masuk, proses utama akan dijalankan oleh sistem, termasuk durasi sesi dan auto close.

Jadi, peran analyst adalah mendampingi dan memastikan nasabah mengikuti alur dengan benar, sedangkan sistem menjalankan proses transaksi setelah masuk sesi.

Peran Sistem Setelah Pembelian

Setelah pembelian berhasil, sistem akan:

  1.  Mencatat transaksi 
  2.  Mengurangi saldo sementara sesuai nominal pembelian 
  3.  Memasukkan transaksi ke sesi yang berjalan 
  4.  Menghitung durasi sesi 
  5.  Menutup transaksi otomatis saat sesi berakhir 
  6.  Menampilkan hasil setelah proses selesai 

Dengan demikian, setelah pembelian berhasil, nasabah cukup menunggu proses sistem berjalan.

Hubungan Pembelian Dengan Auto Close

Pembelian aset adalah awal dari transaksi, sedangkan auto close adalah akhir dari transaksi.

Setelah nasabah melakukan pembelian sesuai instruksi, transaksi masuk ke dalam sesi. Ketika durasi sesi selesai, sistem melakukan auto close.

Jadi, pembelian dan auto close adalah dua bagian yang saling terhubung dalam satu siklus sesi.

Alurnya:

Pembelian aset → Sesi berjalan → Auto close → Hasil sesi

Kesalahan Yang Perlu Dihindari Saat Pembelian Aset

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari nasabah antara lain:

  •  salah memilih aset 
  •  salah memasukkan nominal 
  •  mengubah nominal tanpa arahan 
  •  mengikuti sesi yang berbeda dari instruksi 
  •  melakukan pembelian sebelum data jelas 
  •  melakukan pembelian ulang tanpa konfirmasi 
  •  panik saat saldo berkurang sementara 
  •  menutup halaman sebelum memastikan transaksi berhasil 
  •  tidak menghubungi analyst saat mengalami kendala 

Kesalahan ini dapat mengganggu kelancaran proses sesi.

Cara Menghindari Kesalahan Saat Pembelian

Agar proses pembelian berjalan lancar, nasabah disarankan:

  1.  Baca arahan analyst dengan teliti 
  2.  Cocokkan nama aset sebelum membeli 
  3.  Pastikan nominal pembelian sesuai data 
  4.  Pastikan saldo cukup 
  5.  Jangan mengganti data sendiri 
  6.  Jangan terburu-buru menekan tombol pembelian 
  7.  Tunggu sampai transaksi benar-benar berhasil 
  8.  Jika ragu, tanyakan kepada analyst pendamping 

Dengan mengikuti langkah tersebut, nasabah dapat mengurangi risiko kesalahan saat pembelian aset.

Contoh Penjelasan Untuk Nasabah

Contoh arahan yang bisa dipahami nasabah:

Ibu, saldo akun Ibu saat ini 100 atau setara Rp100.000.
 Untuk sesi ini, silakan pilih aset VENETIAN dengan nominal pembelian 12 atau setara Rp12.000.
 Setelah pembelian berhasil, saldo sementara akan menjadi 88. Selanjutnya Ibu cukup menunggu sampai sesi selesai karena transaksi akan ditutup otomatis oleh sistem.

Contoh lainnya:

Bapak, sesuai data yang diberikan, saldo Bapak adalah 100. Untuk pembelian sesi ini gunakan nominal 12 pada aset yang diarahkan. Setelah transaksi berhasil masuk, Bapak tidak perlu menjual manual karena sistem akan menutup transaksi saat sesi berakhir.

Pentingnya Menunggu Setelah Pembelian

Setelah pembelian berhasil, nasabah perlu menunggu sampai sesi selesai.

Nasabah tidak perlu melakukan tindakan tambahan seperti menekan tombol jual atau mengganti aset.

Selama sesi berjalan, sistem akan memproses transaksi sesuai durasi yang telah ditentukan.

Setelah durasi selesai, hasil akan muncul di akun nasabah.


Kesimpulan

Pembelian aset sesuai instruksi adalah tahap ketika nasabah melakukan transaksi berdasarkan data yang diberikan oleh analyst.
Nasabah perlu memastikan saldo, aset, dan nominal pembelian sudah sesuai sebelum melakukan konfirmasi.
Setelah pembelian berhasil, saldo sementara akan berkurang sesuai nominal pembelian, transaksi masuk ke dalam sesi, dan sistem akan menutup transaksi otomatis saat sesi berakhir.
Dengan mengikuti instruksi secara teliti, proses pembelian aset dapat berjalan lebih tertib, jelas, dan sesuai alur E*Trade Data.


Diskusi

Komentar akan dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi!