Pengertian Pemilihan Aset
Pemilihan aset adalah proses menentukan instrumen atau aset mana yang akan digunakan dalam transaksi trading.
Dalam trading konvensional, pemilihan aset menjadi bagian penting karena trader harus menentukan sendiri instrumen mana yang dianggap memiliki peluang.
Trader bisa memilih aset berdasarkan grafik, berita, tren market, volatilitas, atau strategi pribadi.
Sedangkan dalam E*Trade Data, pemilihan aset tidak dilakukan secara bebas oleh nasabah.
Nasabah mengikuti aset yang diarahkan oleh Analyst sesuai data sesi.
Dengan demikian, cara pemilihan aset dalam trading konvensional dan E*Trade Data memiliki perbedaan yang sangat jelas.
Pemilihan Aset Dalam Trading Konvensional
Dalam trading konvensional, trader memilih aset sendiri.
Trader perlu melihat instrumen yang tersedia di platform, lalu menentukan aset mana yang ingin digunakan untuk transaksi.
Keputusan tersebut biasanya didasarkan pada:
- kondisi market;
- pergerakan harga;
- analisa teknikal;
- analisa fundamental;
- berita ekonomi;
- volatilitas aset;
- pengalaman trader;
- strategi transaksi.
Karena keputusan berada pada trader, maka trader bertanggung jawab penuh terhadap aset yang dipilih.
Jika aset yang dipilih bergerak sesuai analisa, trader bisa mendapatkan hasil yang baik.
Jika aset bergerak berlawanan, trader bisa mengalami kerugian.
Pemilihan Aset Pada PT Mega Menara Mas Berjangka Secara Konvensional
Dalam trading konvensional PT Mega Menara Mas Berjangka, aset atau instrumen yang digunakan berkaitan dengan produk trading general seperti:
- forex,
- index,
- metals,
- dan commodity.
Pada model ini, trader atau nasabah perlu memilih instrumen yang ingin ditransaksikan.
Contohnya, trader dapat memilih forex jika ingin memperdagangkan pasangan mata uang, memilih metals jika ingin memperdagangkan emas atau perak, memilih index jika ingin memperdagangkan indeks pasar, atau memilih commodity jika ingin memperdagangkan komoditas tertentu.
Pemilihan instrumen seperti ini membutuhkan pemahaman market.
Trader perlu mengetahui karakter masing-masing instrumen sebelum mengambil keputusan transaksi.
Pemilihan Aset Forex Dalam Trading Konvensional
Dalam trading forex, trader memilih pasangan mata uang yang ingin ditransaksikan.
Contohnya:
- EUR/USD,
- GBP/USD,
- USD/JPY,
- dan pasangan mata uang lainnya.
Trader harus memahami faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang, seperti berita ekonomi, suku bunga, inflasi, data tenaga kerja, kebijakan bank sentral, dan kondisi global.
Pemilihan pasangan mata uang yang salah dapat membuat hasil transaksi tidak sesuai harapan.
Karena itu, dalam trading forex konvensional, pemilihan aset sangat bergantung pada analisa trader.
Pemilihan Aset Index Dalam Trading Konvensional
Dalam trading index, trader memilih indeks pasar yang ingin ditransaksikan.
Index biasanya mencerminkan pergerakan kumpulan saham atau sektor tertentu.
Trader perlu memahami kondisi pasar saham, sentimen global, ekonomi, dan tren pergerakan index.
Jika trader memilih index tanpa memahami arah market, hasil transaksi bisa berubah-ubah.
Karena itu, pemilihan index dalam trading konvensional membutuhkan analisa yang cukup.
Pemilihan Aset Metals Dalam Trading Konvensional
Dalam trading metals, trader memilih logam yang ingin ditransaksikan, seperti emas atau perak.
Metals seperti emas sering bergerak karena faktor ekonomi global, nilai dolar, inflasi, suku bunga, dan sentimen risiko.
Trader perlu memahami kapan harga emas berpotensi naik atau turun.
Jika analisa kurang tepat, pemilihan metals dapat membawa hasil yang tidak sesuai harapan.
Jadi, dalam trading metals konvensional, trader tetap perlu membaca market sebelum menentukan transaksi.
Pemilihan Aset Commodity Dalam Trading Konvensional
Dalam trading commodity, trader memilih komoditas tertentu untuk ditransaksikan.
Komoditas dapat bergerak karena faktor permintaan, penawaran, cuaca, produksi, distribusi, geopolitik, dan data ekonomi.
Trader perlu memahami karakter komoditas yang dipilih.
Misalnya, komoditas pertanian dapat dipengaruhi oleh musim dan hasil produksi, sedangkan komoditas energi dapat dipengaruhi oleh permintaan global dan kondisi geopolitik.
Karena itu, pemilihan commodity dalam trading konvensional tetap membutuhkan analisa dan pemahaman khusus.
Pemilihan Aset Pada E*TRADE Secara Konvensional
Dalam trading konvensional E*TRADE, pengguna juga memilih instrumen sendiri.
Instrumen yang dapat dipilih dalam model trading konvensional E*TRADE meliputi:
- stocks atau saham,
- ETFs,
- options,
- mutual funds,
- futures,
- bonds,
- dan CDs.
Pengguna perlu menentukan sendiri instrumen mana yang sesuai dengan tujuan, strategi, dan profil risiko masing-masing.
Contohnya, pengguna yang ingin trading aktif dapat memilih saham, ETF, options, atau futures.
Pengguna yang ingin pendekatan lebih stabil dapat mempertimbangkan bonds atau CDs.
Namun keputusan tetap berada pada pengguna.
Pemilihan Saham Dalam Trading Konvensional E*TRADE
Dalam trading saham, pengguna memilih saham perusahaan tertentu.
Pemilihan saham biasanya membutuhkan pemahaman terhadap:
- kinerja perusahaan,
- laporan keuangan,
- tren industri,
- berita perusahaan,
- kondisi ekonomi,
- dan sentimen market.
Pengguna perlu menentukan sendiri saham mana yang akan dibeli dan kapan akan dijual.
Jadi, dalam trading saham konvensional, pemilihan aset sangat bergantung pada penilaian pengguna.
Pemilihan ETF Dalam Trading Konvensional E*TRADE
ETF adalah instrumen yang berisi kumpulan aset dan diperdagangkan seperti saham.
Pengguna memilih ETF berdasarkan komposisi aset, sektor, indeks, biaya, dan tujuan investasi.
Walaupun ETF berisi kumpulan aset, pengguna tetap harus menentukan sendiri ETF mana yang ingin dibeli.
Keputusan ini tetap membutuhkan pemahaman agar aset yang dipilih sesuai dengan strategi pengguna.
Pemilihan Options Dalam Trading Konvensional E*TRADE
Options adalah instrumen yang lebih kompleks.
Pengguna perlu memilih jenis options, seperti call atau put, lalu memperhatikan strike price, expiration date, premium, volatilitas, dan arah pergerakan aset dasar.
Dalam options, kesalahan memilih kontrak dapat berdampak besar pada hasil transaksi.
Karena itu, pemilihan options dalam trading konvensional membutuhkan pemahaman yang lebih tinggi dibanding instrumen biasa.
Pemilihan Futures Dalam Trading Konvensional E*TRADE
Futures adalah kontrak yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan aset pada harga tertentu di masa depan.
Dalam trading futures, pengguna perlu memilih kontrak, memahami margin, volatilitas, waktu jatuh tempo, dan pergerakan market.
Karena futures dapat bergerak cepat, pemilihan kontrak harus dilakukan dengan analisa yang matang.
Pada model konvensional, keputusan tetap berada pada pengguna.
Pemilihan Aset Dalam E*Trade Data
Berbeda dari trading konvensional, dalam E*Trade Data nasabah tidak memilih aset secara bebas.
Nasabah menunggu arahan dari Analyst.
Analyst akan memberikan data sesi, termasuk aset yang harus dipilih.
Aset yang digunakan dalam E*Trade Data sudah berada dalam platform program dan sudah dijelaskan pada Bab 6.
Contoh aset dalam E*Trade Data antara lain:
- PARISIAN,
- VENETIAN,
- PALAZZO,
- MARINA BAY,
- WYNN,
- GALAXY,
- RIO,
- MGM,
- SANDS,
- BROADWAY.
Nasabah tidak memilih aset berdasarkan perkiraan sendiri.
Nasabah memilih aset sesuai arahan Analyst pada sesi yang sedang berjalan.
Aset Dalam E*Trade Data Bukan Dipilih Bebas
Dalam E*Trade Data, aset tidak dipilih secara bebas oleh nasabah.
Nasabah tidak boleh memilih aset hanya karena menyukai nama aset tertentu atau karena melihat aset tersebut pernah digunakan sebelumnya.
Setiap sesi memiliki data masing-masing.
Aset yang digunakan pada satu sesi bisa berbeda dengan sesi lainnya.
Karena itu, nasabah harus menunggu arahan Analyst sebelum memilih aset.
Jika nasabah memilih aset sendiri tanpa arahan, proses dapat menjadi tidak sesuai dengan data sesi.
Aset Dalam E*Trade Data Mengikuti Data Sesi
Pemilihan aset dalam E*Trade Data mengikuti data sesi yang sedang berjalan.
Artinya, aset yang diarahkan oleh Analyst bukan dipilih secara acak oleh nasabah.
Aset tersebut menjadi bagian dari data sesi yang perlu diikuti.
Contohnya:
Analyst mengarahkan aset: VENETIAN
Nominal pembelian: 12
Waktu sesi: sesuai arahan
Maka nasabah harus memilih aset VENETIAN sesuai instruksi.
Nasabah tidak mengganti ke aset lain seperti SANDS atau MGM tanpa arahan.
Perbedaan Utama Pemilihan Aset
Perbedaan utama pemilihan aset dapat dipahami seperti berikut:
| Aspek | Trading Konvensional | E*Trade Data |
|---|---|---|
| Pihak yang memilih aset | Trader atau nasabah | Analyst mengarahkan aset berdasarkan data sesi |
| Dasar pemilihan | Analisa pribadi trader | Data sesi dalam program |
| Kebebasan memilih | Trader bebas memilih instrumen | Nasabah mengikuti arahan |
| Risiko salah pilih | Bergantung pada analisa trader | Bergantung pada ketelitian mengikuti arahan |
| Aset yang digunakan | Forex, index, metals, commodity, saham, ETF, options, futures, dan lainnya | Aset dalam platform E*Trade Data |
| Waktu pemilihan | Bisa dilakukan kapan saja sesuai market | Dilakukan saat sesi sesuai arahan Analyst |
Dengan tabel ini, nasabah dapat memahami bahwa cara memilih aset dalam E*Trade Data berbeda dari trading konvensional.
Kenapa Nasabah Tidak Memilih Aset Sendiri Dalam E*Trade Data
Nasabah tidak memilih aset sendiri karena E*Trade Data menggunakan sistem sesi.
Dalam sistem sesi, aset yang digunakan sudah menjadi bagian dari data sesi.
Jika setiap nasabah memilih aset sendiri, maka alur sesi tidak lagi sesuai dengan data yang diarahkan.
Karena itu, nasabah perlu mengikuti aset yang diberikan Analyst agar proses tetap sesuai dengan sistem.
Hal ini berbeda dari trading konvensional, di mana trader bebas memilih instrumen berdasarkan analisa masing-masing.
Risiko Jika Nasabah Salah Memilih Aset
Dalam E*Trade Data, kesalahan memilih aset dapat membuat proses sesi tidak sesuai arahan.
Contohnya:
- Analyst mengarahkan aset VENETIAN, tetapi nasabah memilih PALAZZO.
- Analyst mengarahkan nominal 12, tetapi nasabah memasukkan nominal berbeda.
- Analyst belum memberikan arahan, tetapi nasabah sudah memilih aset sendiri.
Kesalahan seperti ini dapat mengganggu alur sesi.
Karena itu, nasabah perlu memastikan nama aset, nominal, dan waktu sesi sebelum melakukan pembelian.
Cara Nasabah Mengikuti Pemilihan Aset Dengan Benar
Agar tidak salah memilih aset, nasabah perlu mengikuti langkah berikut:
- Tunggu arahan dari Analyst.
- Perhatikan nama aset yang disebutkan.
- Cocokkan nama aset pada platform.
- Pastikan nominal pembelian sesuai arahan.
- Jangan mengganti aset sendiri.
- Jangan menggunakan arahan dari sesi sebelumnya.
- Jika ragu, tanyakan kembali kepada Analyst sebelum transaksi.
Langkah ini membantu nasabah mengikuti sesi dengan benar.
Jangan Menggunakan Data Sesi Lama
Nasabah tidak boleh menggunakan data sesi lama untuk sesi baru.
Misalnya, pada sesi sebelumnya Analyst mengarahkan aset SANDS.
Bukan berarti pada sesi berikutnya nasabah boleh langsung memilih SANDS lagi.
Setiap sesi memiliki data yang berbeda.
Karena itu, nasabah perlu menunggu arahan baru pada setiap sesi.
Data sesi lama tidak boleh digunakan untuk mengambil keputusan pada sesi berikutnya.
Jangan Memilih Aset Karena Pernah Profit Sebelumnya
Nasabah juga tidak boleh memilih aset hanya karena aset tersebut pernah digunakan pada sesi sebelumnya dan menghasilkan saldo final yang baik.
Dalam E*Trade Data, hasil sesi mengikuti data sesi yang sedang berjalan, bukan pengalaman dari sesi sebelumnya.
Aset yang digunakan dalam satu sesi belum tentu digunakan kembali di sesi berikutnya.
Karena itu, nasabah tetap harus mengikuti arahan Analyst.
Pemilihan Aset dan Auto Close
Pemilihan aset juga berkaitan dengan auto close.
Jika aset dipilih sesuai arahan, maka sesi berjalan mengikuti data yang diberikan.
Setelah durasi selesai, sistem akan melakukan auto close.
Namun jika nasabah salah memilih aset, proses dapat menjadi tidak sesuai dengan arahan sesi.
Karena itu, ketelitian dalam memilih aset sangat penting sebelum menunggu auto close.
Peran Nasabah Dalam Pemilihan Aset E*Trade Data
Dalam E*Trade Data, peran nasabah bukan untuk menentukan aset berdasarkan analisa pribadi.
Peran nasabah adalah:
- memperhatikan arahan Analyst;
- memilih aset yang diarahkan;
- memasukkan nominal sesuai instruksi;
- tidak mengganti aset sendiri;
- menunggu auto close;
- dan membaca saldo final setelah sesi selesai.
Dengan peran ini, nasabah dapat mengikuti sistem sesi dengan lebih tertib.
Contoh Perbandingan Pemilihan Aset
Contoh trading konvensional:
Trader memilih GOLD karena menurut analisanya harga emas akan naik. Trader menentukan sendiri kapan membeli dan kapan menjual.
Contoh E*Trade Data:
Analyst mengarahkan aset VENETIAN dengan nominal tertentu. Nasabah memilih VENETIAN sesuai arahan dan menunggu sesi selesai sampai auto close.
Dari contoh ini, terlihat bahwa dalam trading konvensional trader menentukan aset sendiri, sedangkan dalam E*Trade Data aset mengikuti arahan Analyst.
Kesalahan Pemahaman Yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan pemahaman yang perlu dihindari:
- mengira nasabah bebas memilih aset dalam E*Trade Data;
- mengira aset boleh dipilih berdasarkan feeling;
- mengira aset sesi sebelumnya bisa digunakan untuk sesi berikutnya;
- mengira semua aset memiliki hasil yang sama;
- mengira arahan Analyst hanya sebagai saran;
- mengira E*Trade Data sama dengan trading forex atau saham manual;
- atau mengira nasabah harus mencari aset sendiri.
Pemahaman yang benar adalah pemilihan aset dalam E*Trade Data mengikuti arahan Analyst dan data sesi.
Hal Yang Perlu Dipahami Nasabah
Nasabah perlu memahami beberapa hal berikut:
- Dalam trading konvensional, trader memilih aset sendiri.
- Pada PT Mega Menara Mas Berjangka secara konvensional, instrumen dapat berupa forex, index, metals, dan commodity.
- Pada E*TRADE konvensional, instrumen dapat berupa stocks, ETFs, options, mutual funds, futures, bonds, dan CDs.
- Dalam E*Trade Data, aset tidak dipilih bebas oleh nasabah.
- Aset dalam E*Trade Data mengikuti arahan Analyst.
- Setiap sesi dapat memiliki aset yang berbeda.
- Nasabah tidak boleh menggunakan arahan sesi lama untuk sesi baru.
- Jika ragu, nasabah perlu bertanya sebelum melakukan pembelian aset.
Kesimpulan
Perbedaan cara pemilihan aset menjadi pembeda penting antara trading konvensional dan E*Trade Data.
Dalam trading konvensional, trader memilih instrumen sendiri, seperti forex, index, metals, commodity, saham, ETF, options, futures, dan instrumen lainnya.
Pemilihan tersebut dilakukan berdasarkan analisa, strategi, pengalaman, dan keputusan pribadi trader.
Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak memilih aset secara bebas.
Nasabah mengikuti arahan Analyst berdasarkan data sesi yang sedang berjalan.
Aset yang diarahkan harus diikuti sesuai instruksi, karena setiap sesi memiliki data, aset, nominal, dan waktu yang berbeda.
Dengan memahami perbedaan ini, nasabah dapat mengikuti sesi ETrade Data dengan lebih tertib dan tidak menyamakan pemilihan aset dalam ETrade Data dengan trading konvensional.