Tujuan Tabel Perbandingan
Tabel perbandingan dibuat agar nasabah lebih mudah memahami perbedaan antara trading konvensional dan E*Trade Data.
Pada poin sebelumnya, perbedaan sudah dijelaskan dari sisi:
- analisa market,
- pemilihan aset,
- waktu transaksi,
- auto close,
- peran nasabah,
- risiko kerugian
Pada poin ini, semua perbedaan tersebut dirangkum dalam bentuk tabel agar lebih mudah dibaca.
Tabel Perbandingan Utama
| Aspek | Trading Konvensional | E*Trade Data |
|---|---|---|
| Bentuk sistem | Trading umum mengikuti market | Trading berbasis sesi otomatis |
| Peran trader/nasabah | Mengambil keputusan sendiri | Mengikuti arahan sesi |
| Analisa market | Dilakukan sendiri oleh trader | Mengikuti data sesi dan arahan Analyst |
| Pemilihan aset | Dipilih sendiri oleh trader | Mengikuti aset yang diarahkan Analyst |
| Waktu transaksi | Ditentukan sendiri oleh trader | Mengikuti jadwal dan durasi sesi |
| Penutupan transaksi | Biasanya ditutup manual oleh trader | Ditutup otomatis oleh sistem melalui auto close |
| Nominal transaksi | Ditentukan sendiri oleh trader | Mengikuti data dan arahan sesi |
| Risiko kerugian | Salah analisa, salah timing, salah strategi, emosi | Tidak ada Kerugian! |
| Hasil transaksi | Tidak tetap, mengikuti market dan keputusan trader | Dibaca dari saldo final setelah sesi selesai |
| Jalur layanan | Bergantung pada platform atau broker | Melalui Customer Care, Analyst, dan CS Investasi |
| Sistem slot | Umumnya tidak memakai slot sesi khusus seperti E*Trade Data | Menggunakan slot, kuota, jadwal, dan nominal sesi |
| Sesi trading | Tidak selalu berbasis sesi terarah | Menggunakan sesi dengan waktu mulai dan selesai |
| Arahan Analyst | Tidak selalu ada | Ada arahan Analyst dalam sesi |
| Withdraw | Mengikuti aturan platform/broker masing-masing | Setelah sesi trading selesai dan saldo final tampil |
| Event Exclusive | Tidak ada dalam model trading umum | Ada Event Exclusive dengan mekanisme khusus |
| Bagian | Instrumen / Aset Yang Digunakan | |
| Trading konvensional PT Mega Menara Mas Berjangka | Forex, index, metals, commodity | |
| Trading konvensional E*TRADE | Stocks, ETFs, options, mutual funds, futures, bonds, CDs | |
| E*Trade Data | Aset program seperti PARISIAN, VENETIAN, PALAZZO, MARINA BAY, WYNN, GALAXY, RIO, MGM, SANDS, BROADWAY | |
| Keputusan Transaksi | Trading Konvensional | E*Trade Data |
| Menentukan aset | Trader sendiri | Analyst mengarahkan |
| Menentukan nominal | Trader sendiri | Mengikuti arahan sesi |
| Menentukan waktu masuk | Trader sendiri | Mengikuti waktu sesi |
| Menentukan waktu keluar | Trader sendiri | Auto close oleh sistem |
| Membaca market | Trader sendiri | Data sesi dari Analyst |
| Menutup transaksi | Trader sendiri | Sistem otomatis |
| Mengikuti sesi berikutnya | Trader dapat membuka transaksi sesuai market/platform | Harus cek slot/kuota, jadwal, dan nominal melalui CS Investasi |
| Jenis Risiko | Trading Konvensional | E*Trade Data |
| Salah analisa market | Tinggi jika trader belum memahami market | Tidak ada Risiko karena Nasabah tidak menganalisa sendiri |
| Salah memilih aset | Bisa terjadi karena pilihan pribadi trader | Bisa terjadi jika nasabah tidak mengikuti arahan Analyst |
| Salah timing | Bisa terjadi karena waktu masuk/keluar ditentukan sendiri | tidak akan salah karena timing lewat analyst akan berikan data baru |
| Salah nominal | Bisa terjadi karena trader menentukan sendiri | Bisa terjadi jika nasabah memasukkan nominal tidak sesuai arahan |
| Panik saat market bergerak | Bisa memengaruhi keputusan trader | tidak ada yang perlu dikhawatirkan nasabah |
| Menutup transaksi terlalu cepat | Bisa terjadi dalam trading manual | Tidak perlu dilakukan karena ada auto close |
| Menggunakan data lama | Biasanya berkaitan dengan strategi trader | Tidak boleh, karena setiap sesi memiliki data berbeda |
| Tahapan | Trading Konvensional | E*Trade Data |
| Mulai transaksi | Trader membuka posisi sesuai keputusan sendiri | Nasabah menunggu sesi tersedia |
| Sebelum transaksi | Trader menganalisa market | Nasabah menunggu arahan Analyst |
| Saat transaksi | Trader memantau pergerakan harga | Nasabah mengikuti aset dan nominal arahan |
| Penutupan transaksi | Trader menutup posisi manual | Sistem melakukan auto close |
| Setelah transaksi | Trader mengevaluasi hasil sendiri | Saldo final dibaca setelah sesi selesai |
| Proses lanjutan | Bergantung platform dan keputusan trader | Mengikuti arahan CS Investasi |
| Aspek Nasabah | Trading Konvensional | E*Trade Data |
| Perlu memahami market secara mandiri | Ya | Tidak, mengikuti Analyst |
| Perlu memilih instrumen sendiri | Ya | Tidak, mengikuti Analyst |
| Perlu menentukan waktu jual sendiri | Ya | Tidak, menggunakan auto close |
| Perlu mengikuti slot/kuota sesi trading | Tidak selalu | Ya |
| Perlu mengikuti arahan Analyst | Tidak selalu | Ya |
| Perlu menunggu saldo final | Bergantung transaksi | Ya, setelah auto close |
| Perlu konfirmasi sesi berikutnya | Tidak seperti sistem E*Trade Data | Ya, melalui CS Investasi |
Perbedaan ini penting agar nasabah memahami bahwa peran mereka dalam E*Trade Data bukan sebagai trader manual yang mengambil semua keputusan sendiri.
Penjelasan Singkat Dari Tabel
Dari seluruh tabel di atas, dapat dilihat bahwa trading konvensional dan E*Trade Data memiliki mekanisme yang berbeda.
Trading konvensional memberikan ruang lebih besar kepada trader untuk mengambil keputusan sendiri.
Trader memilih instrumen, menganalisa market, menentukan waktu transaksi, dan menutup transaksi sendiri.
E*Trade Data menggunakan sistem yang lebih terarah.
Nasabah mengikuti sesi yang tersedia, arahan Analyst, aset yang ditentukan, nominal yang diarahkan, dan menunggu auto close dari sistem.
Kenapa Tabel Ini Penting Untuk Nasabah
Tabel ini penting karena banyak nasabah baru bisa saja menyamakan E*Trade Data dengan trading umum.
Padahal, dari sisi alur, peran nasabah, pemilihan aset, waktu transaksi, dan sistem penutupan, keduanya berbeda.
Dengan membaca tabel ini, nasabah dapat memahami bahwa E*Trade Data bukan trading manual biasa, tetapi program trading berbasis sesi otomatis.
Kesalahan Pemahaman Yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan pemahaman yang perlu dihindari:
- mengira E*Trade Data sama dengan forex biasa;
- mengira E*Trade Data sama dengan saham biasa;
- mengira nasabah bebas memilih aset sendiri;
- mengira nasabah harus menganalisa market sendiri;
- mengira auto close sama dengan penutupan manual;
- mengira semua trading memiliki alur yang sama;
- atau mengira E*Trade Data tidak memiliki perbedaan dengan trading konvensional.
Pemahaman yang benar adalah E*Trade Data memiliki mekanisme khusus yang berbeda dari trading konvensional.
Hal Yang Perlu Dipahami Nasabah
Nasabah perlu memahami beberapa hal berikut:
- Trading konvensional menempatkan keputusan utama pada trader.
- E*Trade Data menempatkan nasabah sebagai peserta sesi yang mengikuti arahan.
- Trading konvensional menggunakan instrumen market umum.
- E*Trade Data menggunakan aset program sesuai data sesi.
- Trading konvensional biasanya membutuhkan analisa mandiri.
- E*Trade Data menggunakan arahan Analyst.
- Trading konvensional biasanya membutuhkan manual close.
- E*Trade Data menggunakan auto close.
- Trading konvensional lebih bebas, tetapi keputusan sepenuhnya ditanggung trader.
- E*Trade Data lebih terstruktur karena mengikuti sesi, slot, Analyst, dan sistem.
Kesimpulan
Tabel perbandingan trading konvensional dan E*Trade Data membantu nasabah memahami perbedaan keduanya secara lebih ringkas.
Trading konvensional adalah model trading umum yang menempatkan keputusan utama pada trader, mulai dari memilih instrumen, menganalisa market, menentukan waktu masuk, menentukan waktu keluar, hingga menutup transaksi.
E*Trade Data berbeda karena menggunakan sistem trading berbasis sesi otomatis, arahan Analyst, aset sesuai data sesi, auto close, slot, kuota, benefit sesi, dan alur lanjutan melalui CS Investasi.
Dengan memahami tabel perbandingan ini, nasabah dapat melihat bahwa E*Trade Data bukan trading konvensional biasa, melainkan program trading berbasis sesi yang memiliki mekanisme dan alur berbeda.