Perbedaan E*Trade Data Dengan Trading Konvensional ⏱ 10 menit baca 👁 35 views

Perbedaan Risiko Kesalahan Manual dan Arahan Sistem

Dalam trading konvensional, risiko kesalahan manual lebih besar karena trader mengambil banyak keputusan sendiri, mulai dari memilih instrumen, membaca market, menentukan waktu masuk, menentukan waktu keluar, hingga menutup transaksi. Sedangkan dalam E*Trade Data, risiko kesalahan manual nasabah lebih diarahkan untuk diminimalkan karena nasabah mengikuti arahan Analyst, data sesi, nominal yang ditentukan, dan sistem auto close.

Pengertian Risiko Kesalahan Manual

Risiko kesalahan manual adalah risiko yang muncul karena keputusan atau tindakan dilakukan sendiri oleh trader atau nasabah.

Dalam trading konvensional, kesalahan manual dapat terjadi karena trader harus mengambil banyak keputusan secara mandiri.

Kesalahan tersebut bisa muncul dari:

  •  salah memilih instrumen, 
  •  salah membaca market, 
  •  salah menentukan waktu masuk, 
  •  salah menentukan waktu keluar, 
  •  salah memasukkan nominal, 
  •  terlalu cepat menutup transaksi, 
  •  terlalu lambat menutup transaksi, 
  •  atau mengambil keputusan karena emosi. 

Semakin banyak keputusan yang harus diambil sendiri, semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan manual.

Risiko Kesalahan Manual Dalam Trading Konvensional

Dalam trading konvensional, trader memiliki kendali penuh atas transaksi.

Hal ini membuat trader bebas menentukan strategi, tetapi juga membuat trader menanggung risiko dari keputusan yang diambil.

Contohnya:

Seorang trader memilih GOLD karena memperkirakan harga akan naik. Namun setelah transaksi dilakukan, harga justru turun. Jika trader panik dan menutup posisi terlalu cepat, hasil transaksi bisa tidak sesuai harapan.

Contoh lain:

Trader memilih pasangan mata uang tertentu tanpa memperhatikan berita ekonomi. Ketika ada pergerakan market yang kuat, posisi trader bisa terkena dampak.

Dalam trading konvensional, hal seperti ini wajar terjadi karena trader mengambil keputusan sendiri berdasarkan analisa masing-masing.

Risiko Pada Trading Konvensional PT Mega Menara Mas Berjangka

Pada model trading konvensional PT Mega Menara Mas Berjangka, instrumen seperti forex, index, metals, dan commodity memiliki karakter market masing-masing.

Setiap instrumen memiliki faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga.

Contohnya:

  •  forex dipengaruhi oleh nilai mata uang, suku bunga, dan berita ekonomi; 
  •  index dipengaruhi oleh kondisi pasar saham dan sentimen global; 
  •  metals dipengaruhi oleh harga logam, inflasi, dolar, dan kondisi ekonomi; 
  •  commodity dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, produksi, cuaca, dan geopolitik. 

Dalam model konvensional, trader perlu memahami faktor-faktor tersebut sebelum mengambil keputusan.

Jika pemahaman kurang tepat, risiko salah keputusan manual dapat meningkat.

Risiko Pada Trading Konvensional E*TRADE

Pada trading konvensional E*TRADE, pengguna juga mengambil keputusan sendiri terhadap instrumen seperti stocks, ETFs, options, mutual funds, futures, bonds, dan CDs.

Risiko kesalahan manual dapat muncul jika pengguna:

  •  membeli saham tanpa memahami kondisi perusahaan; 
  •  memilih ETF tanpa memahami komposisinya; 
  •  masuk options tanpa memahami expiration date dan volatilitas; 
  •  memilih futures tanpa memahami kontrak dan margin; 
  •  atau memilih instrumen jangka waktu tertentu tanpa memahami karakter produknya. 

Dalam model ini, platform menyediakan akses dan fasilitas, tetapi keputusan tetap berada pada pengguna.

Karena itu, hasil transaksi sangat bergantung pada pemahaman dan keputusan pengguna.

Risiko Kesalahan Dalam E*Trade Data

Dalam E*Trade Data, risiko kesalahan manual nasabah berbeda dari trading konvensional.

Nasabah tidak diminta menganalisa market sendiri, memilih aset sendiri, atau menentukan waktu keluar sendiri.

Namun, nasabah tetap perlu teliti mengikuti arahan.

Kesalahan dalam E*Trade Data biasanya bukan karena nasabah salah menganalisa market, tetapi karena nasabah tidak mengikuti instruksi dengan benar.

Contohnya:

  •  salah memilih aset, 
  •  salah memasukkan nominal, 
  •  menggunakan arahan sesi lama, 
  •  melakukan transaksi sebelum arahan diberikan, 
  •  tidak menunggu auto close, 
  •  atau mengambil tindakan sendiri di luar instruksi Analyst. 

Jadi, risiko yang perlu diperhatikan dalam E*Trade Data adalah risiko salah mengikuti arahan, bukan risiko analisa mandiri seperti pada trading konvensional.

Perbedaan Sumber Risiko

Sumber risiko dalam trading konvensional dan E*Trade Data berbeda dan boleh dikatakan hampir tidak ada resiko karena jika analyst salah memberikan arahan data maka surat jaminan ganti rugi bisa diklaim dan saldo dikembalikan secara utuh, asalkan nasabah mengikuti arahan analyst maka trading tersebut akan profit dan tidak akan ada kerugian.

Dalam trading konvensional, risiko banyak berasal dari keputusan pribadi trader.

Dalam E*Trade Data, risiko lebih banyak berasal dari ketidaktelitian nasabah dalam mengikuti arahan sesi.

Perbedaannya dapat dipahami seperti berikut:

AspekTrading KonvensionalE*Trade Data
Sumber risiko utamaKeputusan trader sendiriKetidaktelitian mengikuti arahan
Analisa marketDilakukan sendiri oleh traderMengikuti data sesi dan Analyst
Pemilihan asetDipilih sendiri oleh traderMengikuti arahan Analyst
Waktu keluarDitentukan traderMengikuti auto close
Nominal transaksiDitentukan traderMengikuti data sesi
Risiko salah tindakanSalah analisa, salah timing, salah strategiSalah aset, salah nominal, tidak mengikuti instruksi
Cara mengurangi risiko kesalahanBelajar analisa dan strategiMengikuti arahan dengan teliti
Risiko Kerugiantidak ada risiko kerugianjika mengalami kerugian maka surat jaminan ganti rugi dapat di klaim agar saldo kembali

Risiko Salah Analisa Dalam Trading Konvensional

Salah satu risiko terbesar dalam trading konvensional adalah salah analisa.

Trader bisa saja membaca arah market secara keliru.

Misalnya, trader memperkirakan harga akan naik, tetapi market justru turun.

Atau trader memperkirakan kondisi akan stabil, tetapi tiba-tiba ada berita ekonomi yang membuat harga bergerak tajam.

Kesalahan analisa seperti ini dapat memengaruhi hasil transaksi.

Karena itu, trading konvensional membutuhkan pemahaman market yang kuat.

Risiko Salah Timing Dalam Trading Konvensional

Selain salah analisa, trading konvensional juga memiliki risiko salah timing.

Timing berarti waktu masuk dan keluar transaksi.

Trader bisa saja:

  •  masuk terlalu cepat, 
  •  masuk terlalu lambat, 
  •  keluar terlalu cepat, 
  •  keluar terlalu lambat, 
  •  atau menahan posisi terlalu lama. 

Kesalahan timing dapat membuat hasil transaksi berubah.

Karena itu, trading konvensional tidak hanya membutuhkan analisa, tetapi juga ketepatan waktu dalam mengambil keputusan.

Risiko Emosi Dalam Trading Konvensional

Trading konvensional juga sangat dipengaruhi oleh emosi trader.

Saat harga bergerak naik, trader bisa terlalu percaya diri.

Saat harga turun, trader bisa panik.

Keputusan yang dipengaruhi emosi dapat membuat trader:

  •  melakukan transaksi tanpa analisa, 
  •  menutup posisi terlalu cepat, 
  •  menambah posisi tanpa perhitungan, 
  •  mengejar kerugian, 
  •  atau masuk transaksi hanya karena takut tertinggal. 

Risiko emosi ini menjadi salah satu alasan kenapa trading konvensional membutuhkan pengendalian diri.

Risiko Salah Mengikuti Arahan Dalam E*Trade Data

Dalam E*Trade Data, nasabah tidak akan mendapatkan risiko kesalahan karena nasabah tidak mengambil keputusan sendiri namun keputusan diberikan atau di arahkan oleh analyst, apabila analyst salah dalam memberikan arahan sehingga membuat saldo tidak profit dan mengalami kerugian maka nasabah dapat mengklaim surat jaminan ganti rugi dimana saldo akan di kembalikan 100% utuh.

Namun, nasabah tetap harus teliti mengikuti arahan.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  •  memilih aset yang berbeda dari arahan Analyst; 
  •  memasukkan nominal yang berbeda dari data sesi; 
  •  melakukan pembelian sebelum sesi diarahkan; 
  •  menggunakan data dari sesi sebelumnya; 
  •  menutup transaksi sendiri; 
  •  tidak menunggu auto close; 
  •  atau menyimpulkan hasil sebelum saldo final tampil. 

Kesalahan seperti ini dapat membuat proses sesi tidak sesuai dengan alur yang diarahkan.

Kenapa Arahan Sistem E*Trade Data Membantu Mengurangi Kesalahan Manual

Arahan sistem dalam E*Trade Data membantu mengurangi kesalahan manual karena nasabah tidak perlu membuat semua keputusan sendiri.

Nasabah tidak perlu:

  •  mencari aset sendiri, 
  •  membaca grafik sendiri, 
  •  menentukan waktu masuk sendiri, 
  •  menentukan waktu keluar sendiri, 
  •  atau menutup transaksi secara manual. 

Nasabah cukup mengikuti arahan yang diberikan pada sesi tersebut.

Dengan begitu, keputusan yang biasanya menjadi beban trader dalam trading konvensional menjadi tidak memiliki beban dalam program trading E*Trade Data

Arahan Sistem Tetap Harus Diikuti Dengan Teliti

Walaupun E*Trade Data menggunakan arahan Analyst dan auto close, nasabah tetap perlu teliti.

Arahan tidak akan berjalan baik jika nasabah tidak mengikuti instruksi dengan benar.

Contohnya:

Jika Analyst mengarahkan aset VENETIAN dan nominal 12, maka nasabah harus memastikan aset dan nominal yang dipilih sudah sesuai.

Jika nasabah memilih aset lain atau memasukkan nominal berbeda, maka proses bisa tidak sesuai dengan data sesi.

Jadi, arahan sistem membantu membuat proses lebih terstruktur, tetapi ketelitian nasabah tetap dibutuhkan.

Perbedaan Dalam Menghadapi Kesalahan

Dalam trading konvensional, jika terjadi kesalahan, biasanya trader perlu mengevaluasi strategi dan keputusan sendiri.

Misalnya:

  •  kenapa memilih aset tersebut, 
  •  kenapa masuk di waktu tersebut, 
  •  kenapa keluar terlalu cepat, 
  •  atau kenapa tidak membaca market dengan benar. 

Sedangkan dalam E*Trade Data, jika terjadi kendala atau kesalahan, nasabah perlu mengikuti jalur arahan.

Nasabah dapat menghubungi Analyst atau CS Investasi sesuai tahapannya untuk pengecekan.

Jika sesi tidak sesuai hasil dan memenuhi ketentuan surat jaminan ganti rugi, nasabah mengikuti prosedur klaim yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Contoh Perbedaan Risiko

Contoh risiko dalam trading konvensional:

Trader memilih GOLD karena memperkirakan harga akan naik. Namun trader masuk terlalu cepat dan harga turun. Trader panik, lalu menutup transaksi secara manual. Hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

Contoh risiko dalam E*Trade Data:

Analyst mengarahkan aset VENETIAN dengan nominal 12. Namun nasabah salah memilih aset PALAZZO. Karena aset yang dipilih tidak sesuai arahan, proses sesi dapat menjadi tidak sesuai dengan data yang diberikan.

Dari contoh ini, terlihat bahwa trading konvensional lebih banyak berkaitan dengan risiko keputusan market, sedangkan E*Trade Data lebih berkaitan dengan ketelitian mengikuti arahan.

Cara Mengurangi Kesalahan Dalam Trading Konvensional

Dalam trading konvensional, kesalahan dapat dikurangi dengan cara:

  1.  belajar memahami market; 
  2.  menggunakan strategi yang jelas; 
  3.  memahami instrumen yang dipilih; 
  4.  mengatur nominal dengan hati-hati; 
  5.  tidak terburu-buru masuk posisi; 
  6.  tidak panik saat market bergerak; 
  7.  disiplin menentukan waktu keluar; 
  8.  dan mengevaluasi hasil transaksi. 

Namun, karena market tetap bergerak dinamis, hasil trading konvensional tetap tidak dapat dianggap tetap.

Cara Mengurangi Kesalahan Dalam E*Trade Data

Dalam E*Trade Data, kesalahan dapat dikurangi dengan cara:

  1.  menunggu arahan Analyst; 
  2.  membaca instruksi dengan teliti; 
  3.  memastikan nama aset sudah benar; 
  4.  memastikan nominal pembelian sesuai; 
  5.  tidak menggunakan data sesi lama; 
  6.  tidak melakukan transaksi sebelum arahan diberikan; 
  7.  tidak menutup transaksi sendiri; 
  8.  menunggu auto close; 
  9.  dan bertanya jika ada instruksi yang belum jelas. 

Dengan langkah tersebut, nasabah dapat mengikuti sesi dengan lebih tertib.

Hal Yang Perlu Dipahami Nasabah

Nasabah perlu memahami beberapa hal berikut:

  1.  Trading konvensional memiliki risiko kesalahan manual karena banyak keputusan diambil sendiri. 
  2.  Risiko dalam trading konvensional dapat berasal dari salah analisa, salah timing, salah memilih instrumen, atau emosi. 
  3.  E*Trade Data menghilangkan keputusan/beban manual nasabah melalui arahan Analyst dan sistem auto close. 
  4.  Risiko dalam E*Trade Data lebih terkendali dan aman 100%.
  5.  Nasabah tetap perlu teliti meskipun tidak menganalisa market sendiri. 
  6.  Setiap sesi memiliki data yang berbeda dan tidak boleh menggunakan data sesi sebelumnya. 
  7.  Jika ada kendala, nasabah mengikuti jalur arahan yang sudah ditentukan. 

Kesalahan Pemahaman Yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan pemahaman yang perlu dihindari:

  •  mengira E*Trade Data membuat nasabah boleh tidak teliti; 
  •  mengira arahan Analyst tidak perlu diikuti secara tepat; 
  •  mengira data sesi lama bisa digunakan kembali; 
  •  mengira salah memilih aset tidak berpengaruh; 
  •  mengira trading konvensional dan E*Trade Data memiliki sumber risiko yang sama; 
  •  mengira auto close berarti nasabah boleh melakukan tindakan bebas; 
  •  atau mengira semua kesalahan dapat diabaikan tanpa mengikuti prosedur. 

Pemahaman yang benar adalah E*Trade Data membantu membuat proses lebih terarah, tetapi nasabah tetap harus mengikuti instruksi dengan benar sehingga tidak akan mengalami kerugian apapun.

Kesimpulan

Perbedaan risiko kesalahan manual dan arahan sistem menjadi salah satu pembeda penting antara trading konvensional dan E*Trade Data.

Dalam trading konvensional, risiko banyak berasal dari keputusan manual trader, seperti salah memilih instrumen, salah membaca market, salah menentukan waktu masuk, salah menentukan waktu keluar, atau salah mengelola emosi.

Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak menganalisa market sendiri dan tidak menentukan waktu keluar sendiri.

Nasabah mengikuti arahan Analyst, memilih aset sesuai data sesi, memasukkan nominal sesuai instruksi, lalu menunggu auto close.

Dengan demikian, risiko dalam E*Trade Data lebih berkaitan dengan ketelitian nasabah dalam mengikuti arahan dan boleh dibilang hampir tidak ada risiko, bukan dengan analisa market mandiri seperti pada trading konvensional.

Diskusi

Komentar akan dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi!