Pengertian Pemilihan Aset Dalam E*Trade Data
Dalam E*Trade Data, pemilihan aset adalah proses menentukan aset mana yang akan digunakan dalam sesi trading.
Namun, pemilihan aset tidak dilakukan secara bebas oleh nasabah. Aset yang dipilih harus sesuai dengan data sesi yang diberikan oleh Analyst.
Hal ini karena setiap sesi memiliki data yang berbeda, termasuk aset yang digunakan, nominal pembelian, waktu sesi, dan arahan transaksi.
Dengan demikian, nasabah cukup mengikuti aset yang telah diarahkan agar transaksi masuk sesuai dengan sesi yang sedang berjalan.
Kenapa Aset Tidak Dipilih Secara Bebas
Aset tidak dipilih secara bebas karena E*Trade Data menggunakan sistem sesi yang terarah.
Setiap sesi memiliki data tertentu yang sudah disiapkan dan dianalisa sebelum diberikan kepada nasabah.
Jika nasabah memilih aset sendiri, maka transaksi dapat keluar dari data sesi yang sudah diarahkan.
Contohnya:
Analyst memberikan arahan:
Aset: VENETIAN
Nominal Pembelian: 12
Namun nasabah memilih:
Aset: SANDS
Nominal Pembelian: 12
Walaupun nominal pembelian sudah benar, transaksi tetap tidak sesuai karena aset yang dipilih berbeda dari arahan.
Aset Mengikuti Data Sesi
Setiap sesi trading memiliki data yang berbeda. Data tersebut menjadi dasar bagi Analyst dalam memberikan arahan kepada nasabah.
Data sesi biasanya mencakup:
- saldo akun,
- aset yang dipilih,
- nominal pembelian,
- waktu sesi,
- durasi sesi,
- dan arahan menunggu sampai auto close.
Aset menjadi salah satu bagian penting dari data tersebut.
Karena itu, aset yang digunakan dalam satu sesi harus mengikuti data terbaru dari Analyst, bukan mengikuti pilihan pribadi nasabah.
Peran Analyst Dalam Pemilihan Aset
Analyst berperan membaca data sesi sebelum memberikan arahan kepada nasabah.
Setelah data sesi tersedia, Analyst akan mengirimkan informasi aset yang perlu dipilih oleh nasabah.
Nasabah tidak perlu menganalisa sendiri aset mana yang harus digunakan, karena bagian tersebut sudah menjadi peran Analyst.
Alurnya:
- Analyst membaca data sesi.
- Analyst menentukan aset sesuai data yang tersedia.
- Analyst mengirimkan arahan aset kepada nasabah.
- Nasabah memilih aset sesuai arahan.
- Nasabah memasukkan nominal pembelian.
- Sesi berjalan sesuai mekanisme sistem.
Dengan alur ini, nasabah hanya perlu mengikuti data yang diberikan secara teliti.
Menghindari Kesalahan Transaksi
Salah satu alasan nasabah tidak memilih aset sendiri adalah untuk menghindari kesalahan transaksi.
Jika nasabah memilih aset sendiri, beberapa kesalahan dapat terjadi, seperti:
- aset tidak sesuai sesi,
- nominal dimasukkan pada aset yang salah,
- transaksi tidak masuk ke sesi yang diarahkan,
- hasil sesi tidak sesuai dengan data yang diberikan,
- dan proses lanjutan menjadi membingungkan.
Dengan mengikuti aset dari Analyst, risiko kesalahan tersebut dapat dikurangi.
Tidak Semua Aset Cocok Untuk Semua Sesi
Meskipun daftar aset tersedia di platform, bukan berarti semua aset dapat digunakan pada setiap sesi.
Setiap sesi memiliki data masing-masing. Aset yang cocok untuk satu sesi belum tentu cocok untuk sesi berikutnya.
Contoh:
Sesi pertama diarahkan menggunakan:
VENETIAN
Sesi berikutnya diarahkan menggunakan:
MARINA BAY
Sesi lainnya diarahkan menggunakan:
SANDS
Karena itu, nasabah tidak boleh menganggap bahwa aset yang pernah digunakan sebelumnya dapat digunakan kembali pada sesi berikutnya tanpa arahan baru.
Mengikuti Aset Sesuai Arahan Membuat Proses Lebih Terarah
Dengan mengikuti aset sesuai arahan Analyst, proses trading menjadi lebih terarah.
Nasabah tidak perlu bingung memilih aset dari daftar yang tersedia.
Nasabah cukup membaca data sesi, mencocokkan nama aset, memasukkan nominal pembelian, lalu menunggu sesi berjalan sampai selesai.
Proses ini membuat alur lebih sederhana, terutama bagi nasabah yang belum terbiasa dengan trading.
Nasabah Tidak Perlu Menganalisa Aset Sendiri
Dalam trading konvensional, seseorang biasanya harus melakukan analisa sendiri sebelum memilih aset.
Namun dalam E*Trade Data, nasabah tidak perlu melakukan analisa aset secara mandiri.
Analyst sudah memberikan data aset yang perlu diikuti sesuai sesi.
Dengan demikian, nasabah cukup fokus pada:
- membaca arahan,
- memilih aset yang benar,
- memasukkan nominal yang sesuai,
- dan menunggu sesi selesai.
Hal ini membuat proses lebih mudah diikuti oleh nasabah baru.
Kenapa Tidak Boleh Mengikuti Perasaan Sendiri
Nasabah tidak disarankan memilih aset berdasarkan perasaan, kebiasaan, atau aset yang terlihat menarik.
Contohnya, nasabah merasa lebih suka aset BROADWAY karena namanya lebih familiar, padahal Analyst mengarahkan aset PALAZZO.
Dalam kondisi tersebut, nasabah tetap harus memilih PALAZZO sesuai data sesi.
Pemilihan berdasarkan perasaan sendiri dapat membuat transaksi tidak sesuai arahan.
Kenapa Tidak Boleh Menggunakan Aset Dari Sesi Sebelumnya
Setiap sesi memiliki data yang berbeda. Karena itu, nasabah tidak boleh menggunakan aset dari sesi sebelumnya.
Contoh:
Sesi sebelumnya:
Aset: VENETIAN
Sesi sekarang:
Aset: SANDS
Jika nasabah tetap memilih VENETIAN karena mengingat sesi sebelumnya, maka transaksi tidak sesuai dengan sesi yang sedang berjalan.
Nasabah harus selalu mengikuti data terbaru yang dikirimkan oleh Analyst.
Kenapa Tidak Boleh Mengganti Aset Sendiri
Nasabah tidak boleh mengganti aset sendiri karena aset yang diarahkan sudah menjadi bagian dari data sesi.
Jika aset diganti sendiri, maka data transaksi berubah dan tidak sesuai dengan arahan.
Contoh:
Arahan Analyst:
Aset: MGM
Nominal Pembelian: 25
Nasabah mengganti sendiri menjadi:
Aset: RIO
Nominal Pembelian: 25
Meskipun nominal sama, aset berbeda dapat membuat transaksi tidak sesuai.
Karena itu, aset harus tetap mengikuti arahan.
Hubungan Aset Dengan Nominal Pembelian
Aset dan nominal pembelian harus sesuai secara bersamaan.
Nasabah tidak cukup hanya memilih aset yang benar. Nasabah juga harus memasukkan nominal yang benar.
Contoh data sesi:
Aset: SANDS
Nominal Pembelian: 25
Maka nasabah harus memilih aset SANDS dan memasukkan nominal 25.
Jika aset benar tetapi nominal salah, transaksi tidak sesuai.
Jika nominal benar tetapi aset salah, transaksi juga tidak sesuai.
Karena itu, aset dan nominal harus dibaca sebagai satu kesatuan data sesi.
Jika Nasabah Ingin Memilih Aset Lain
Jika nasabah merasa ingin memilih aset lain, nasabah sebaiknya tidak langsung melakukan transaksi.
Langkah yang benar adalah bertanya kepada Analyst terlebih dahulu.
Nasabah dapat menyampaikan:
“Apakah boleh memilih aset lain?”
Namun, selama belum ada arahan baru dari Analyst, nasabah tetap mengikuti aset yang sudah diberikan dalam data sesi.
Hal ini penting agar transaksi tetap sesuai dengan sesi yang sedang berjalan.
Jika Aset Yang Diarahkan Tidak Ditemukan
Jika aset yang diarahkan tidak ditemukan di platform, nasabah tidak boleh mengganti dengan aset lain.
Nasabah perlu menghubungi Analyst untuk memastikan apakah:
- menu yang dibuka sudah benar,
- aset belum tampil karena halaman belum memuat,
- koneksi internet sedang lambat,
- atau ada kesalahan membaca nama aset.
Nasabah sebaiknya menunggu arahan Analyst sebelum melakukan pembelian.
Jika Nasabah Salah Memilih Aset
Jika nasabah sudah terlanjur salah memilih aset, nasabah perlu segera menyampaikan kepada Analyst.
Nasabah tidak disarankan melakukan pembelian ulang atau mengganti transaksi sendiri tanpa arahan.
Langkah yang tepat:
- Segera informasikan kepada Analyst.
- Jelaskan aset yang dipilih.
- Jelaskan nominal yang dimasukkan.
- Lampirkan screenshot jika diperlukan.
- Tunggu arahan lanjutan.
Dengan begitu, Analyst dapat membantu memberikan arahan sesuai kondisi yang terjadi.
Perbedaan Memilih Aset Sendiri dan Mengikuti Analyst
Pemilihan aset sendiri berarti nasabah menentukan aset berdasarkan keinginan pribadi.
Sedangkan mengikuti Analyst berarti nasabah memilih aset berdasarkan data sesi yang sudah diberikan.
Perbedaannya:
Memilih Aset SendiriMengikuti Arahan AnalystBerdasarkan keinginan pribadi | Berdasarkan data sesi
Berisiko salah sesi | Lebih sesuai alur
Tidak mengikuti data terbaru | Mengikuti arahan terbaru
Bisa membuat transaksi tidak sesuai | Transaksi lebih terarah
Membingungkan proses hasil | Lebih mudah dicek dan dipahami
Karena itu, nasabah sebaiknya mengikuti arahan Analyst.
Manfaat Nasabah Tidak Memilih Aset Sendiri
Ada beberapa manfaat jika nasabah tidak memilih aset sendiri:
- proses menjadi lebih sederhana,
- nasabah tidak perlu menganalisa market,
- risiko salah memilih aset berkurang,
- transaksi lebih sesuai dengan sesi,
- arahan lebih mudah diikuti,
- hasil sesi lebih mudah dipahami,
- dan nasabah lebih fokus mengikuti alur yang sudah diberikan.
Manfaat ini terutama penting bagi nasabah baru yang belum terbiasa membaca aset dan sesi trading.
Hal Yang Harus Dilakukan Nasabah
Saat menerima arahan aset, nasabah perlu:
- Membaca data sesi dengan teliti.
- Mencocokkan nama aset di platform.
- Memastikan aset sama dengan arahan Analyst.
- Memasukkan nominal pembelian sesuai data.
- Tidak mengganti aset sendiri.
- Tidak menggunakan data sesi lama.
- Bertanya jika ragu sebelum membeli.
Dengan langkah ini, transaksi dapat berjalan lebih tertib.
Kesalahan Yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- memilih aset berdasarkan keinginan sendiri,
- memilih aset karena pernah digunakan sebelumnya,
- mengganti aset tanpa arahan,
- salah membaca nama aset,
- menggunakan arahan lama,
- memilih aset lain karena aset yang diarahkan belum terlihat,
- memasukkan nominal pada aset yang salah,
- dan melakukan pembelian sebelum memastikan data benar.
Kesalahan tersebut dapat membuat transaksi tidak sesuai dengan sesi yang diarahkan.
Contoh Penjelasan Kepada Nasabah
Contoh kepada Ibu:
Baik Ibu, untuk pemilihan aset tidak dilakukan secara bebas. Aset yang digunakan mengikuti data sesi dari Analyst. Jika Analyst mengarahkan VENETIAN, maka Ibu cukup memilih VENETIAN dan memasukkan nominal sesuai arahan agar transaksi sesuai dengan sesi yang berjalan.
Contoh kepada Bapak:
Baik Bapak, mohon jangan memilih aset sendiri di luar arahan. Setiap sesi memiliki data aset yang berbeda, jadi Bapak cukup mengikuti nama aset yang diberikan Analyst. Jika masih ragu, lebih baik konfirmasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.
Jadi diatas adalah contoh penjelasan kepada nasabah.
Kesimpulan
Nasabah tidak memilih aset sendiri karena setiap aset dalam E*Trade Data harus mengikuti data sesi yang diberikan oleh Analyst.
Pemilihan aset secara bebas dapat membuat transaksi tidak sesuai dengan sesi yang sedang berjalan.
Nasabah cukup membaca arahan, mencocokkan nama aset di platform, memasukkan nominal pembelian sesuai data, dan menunggu sesi berjalan sampai selesai.
Dengan mengikuti aset sesuai arahan Analyst, proses sesi trading menjadi lebih tertib, jelas, dan sesuai alur E*Trade Data.