Perbedaan E*Trade Data Dengan Trading Konvensional ⏱ 8 menit baca 👁 35 views

Kesimpulan Perbedaan E*Trade Data dan Trading Konvensional

Menjelaskan perbedaan antara trading konvensional dan ETrade Data. Trading konvensional menempatkan keputusan utama pada trader, sedangkan ETrade Data menggunakan sistem trading berbasis sesi otomatis, arahan Analyst, pemilihan aset berdasarkan data sesi, auto close, slot, dan alur yang lebih terstruktur.

Kesimpulan Umum Bab 11

Pada Bab 11 ini, nasabah telah mempelajari perbedaan antara trading konvensional dan E*Trade Data.

Trading konvensional adalah model trading umum yang menuntut trader atau nasabah untuk mengambil keputusan sendiri.

Dalam trading konvensional, trader perlu memilih instrumen, menganalisa market, menentukan waktu masuk, menentukan waktu keluar, mengatur nominal transaksi, dan menutup transaksi secara manual.

Sedangkan E*Trade Data memiliki mekanisme berbeda.

E*Trade Data menggunakan sistem trading berbasis sesi otomatis, di mana nasabah mengikuti jadwal sesi, arahan Analyst, pemilihan aset sesuai data sesi, nominal pembelian sesuai arahan, dan auto close dari sistem.

Dengan memahami perbedaan ini, nasabah tidak menyamakan E*Trade Data dengan trading manual pada umumnya.

Trading Konvensional Bersifat Mandiri

Trading konvensional bersifat lebih mandiri karena keputusan utama berada pada trader.

Trader perlu menentukan sendiri:

  •  instrumen yang dipilih; 
  •  waktu masuk transaksi; 
  •  waktu keluar transaksi; 
  •  nominal transaksi; 
  •  strategi yang digunakan; 
  •  dan kapan transaksi ditutup. 

Pada model ini, trader juga perlu memahami pergerakan market dan risiko perubahan harga.

Jika analisa tepat, hasil bisa baik.

Jika analisa kurang tepat, hasil bisa tidak sesuai harapan.

Karena itu, trading konvensional membutuhkan pengalaman, strategi, pengendalian emosi, dan pemahaman market yang cukup kuat.

Trading Konvensional Pada PT Mega Menara Mas Berjangka

Dalam konteks PT Mega Menara Mas Berjangka, trading konvensional berkaitan dengan instrumen seperti:

  •  forex, 
  •  index, 
  •  metals, 
  •  dan commodity. 

Pada model trading ini, nasabah atau trader perlu memahami karakter masing-masing instrumen.

Forex memiliki karakter pergerakan mata uang.

Index berkaitan dengan pergerakan indeks pasar.

Metals berkaitan dengan pergerakan harga logam seperti emas dan perak.

Commodity berkaitan dengan pergerakan harga komoditas.

Semua instrumen tersebut membutuhkan analisa dan keputusan transaksi dari trader.

Trading Konvensional Pada E*TRADE

Dalam konteks E*TRADE, trading konvensional berkaitan dengan instrumen seperti:

  •  stocks, 
  •  ETFs, 
  •  options, 
  •  mutual funds, 
  •  futures, 
  •  bonds, 
  •  dan CDs. 

Pada model ini, pengguna memilih instrumen sendiri, membaca informasi market, menentukan strategi, dan mengatur portofolio berdasarkan keputusan masing-masing.

E*TRADE sebagai platform trading konvensional memberikan fasilitas dan akses instrumen, tetapi keputusan transaksi tetap berada pada pengguna.

Karena itu, ETRADE konvensional berbeda dari ETrade Data.

E*Trade Data Menggunakan Sistem Berbasis Sesi

E*Trade Data berbeda karena menggunakan sistem berbasis sesi otomatis.

Dalam sistem ini, nasabah tidak melakukan trading secara bebas sepanjang waktu.

Nasabah mengikuti sesi yang tersedia berdasarkan jadwal, slot, kuota, dan nominal yang diinformasikan oleh CS Investasi.

Setelah sesi siap, nasabah diarahkan oleh Analyst untuk mengikuti data sesi.

Data tersebut dapat mencakup:

  •  aset yang dipilih; 
  •  nominal pembelian; 
  •  waktu sesi; 
  •  durasi sesi; 
  •  dan arahan menunggu auto close. 

Dengan sistem ini, nasabah tidak mengambil seluruh keputusan transaksi sendiri seperti dalam trading konvensional.

Perbedaan Dari Sisi Analisa Market

Dalam trading konvensional, analisa market dilakukan oleh trader.

Trader harus membaca grafik, memahami tren, mengikuti berita ekonomi, memantau kondisi market, dan menentukan strategi transaksi.

Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak melakukan analisa market secara mandiri.

Nasabah mengikuti data sesi dan arahan Analyst.

Perbedaan ini membuat E*Trade Data lebih terarah dari sisi pelaksanaan sesi, karena nasabah tidak perlu menafsirkan market sendiri seperti trader konvensional.

Perbedaan Dari Sisi Pemilihan Aset

Dalam trading konvensional, trader memilih aset atau instrumen sendiri.

Trader dapat memilih forex, index, metals, commodity, saham, ETF, options, futures, atau instrumen lain sesuai platform dan strategi yang digunakan.

Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak memilih aset secara bebas.

Aset dipilih berdasarkan arahan Analyst sesuai data sesi yang sedang berjalan.

Aset dalam E*Trade Data dapat berupa aset program seperti:

  •  PARISIAN, 
  •  VENETIAN, 
  •  PALAZZO, 
  •  MARINA BAY, 
  •  WYNN, 
  •  GALAXY, 
  •  RIO, 
  •  MGM, 
  •  SANDS, 
  •  BROADWAY. 

Nasabah hanya mengikuti aset yang diarahkan pada sesi tersebut.

Perbedaan Dari Sisi Waktu Transaksi

Dalam trading konvensional, trader menentukan sendiri waktu masuk dan keluar transaksi.

Trader harus memutuskan kapan membeli, kapan menahan posisi, dan kapan menutup transaksi.

Sedangkan dalam E*Trade Data, waktu transaksi mengikuti durasi sesi.

Nasabah tidak menentukan sendiri kapan harus menutup transaksi.

Setelah pembelian aset dilakukan sesuai arahan, nasabah menunggu sampai sistem melakukan auto close.

Hasil sesi baru dibaca setelah saldo final tampil.

Perbedaan Dari Sisi Auto Close

Dalam trading konvensional, penutupan transaksi biasanya dilakukan secara manual oleh trader.

Trader harus memantau posisi dan menentukan sendiri kapan transaksi ditutup.

Sedangkan dalam E*Trade Data, penutupan dilakukan otomatis oleh sistem melalui auto close.

Dengan auto close, nasabah tidak perlu menutup transaksi sendiri.

Nasabah cukup menunggu sampai durasi sesi selesai dan sistem memperbarui saldo final.

Perbedaan Dari Sisi Peran Nasabah

Dalam trading konvensional, nasabah berperan sebagai pengambil keputusan utama.

Nasabah memilih instrumen, menganalisa market, menentukan nominal, menentukan waktu masuk, dan menentukan waktu keluar.

Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah berperan sebagai peserta sesi yang mengikuti arahan.

Nasabah perlu:

  •  menunggu arahan Analyst; 
  •  memilih aset sesuai instruksi; 
  •  memasukkan nominal sesuai data sesi; 
  •  tidak mengganti aset sendiri; 
  •  tidak menutup transaksi sendiri; 
  •  dan menunggu auto close. 

Peran nasabah dalam E*Trade Data lebih terstruktur karena mengikuti alur program.

Perbedaan Dari Sisi Risiko Kesalahan

Dalam trading konvensional, risiko kesalahan banyak berasal dari keputusan manual trader.

Contohnya:

  •  salah memilih instrumen; 
  •  salah membaca market; 
  •  salah timing; 
  •  salah strategi; 
  •  panik saat harga bergerak; 
  •  atau menutup transaksi terlalu cepat. 

Sedangkan dalam E*Trade Data, risiko yang perlu diperhatikan lebih berkaitan dengan ketelitian mengikuti arahan.

Contohnya:

  •  salah memilih aset; 
  •  salah memasukkan nominal; 
  •  menggunakan data sesi lama; 
  •  melakukan transaksi sebelum arahan diberikan; 
  •  tidak menunggu auto close; 
  •  atau melakukan tindakan di luar instruksi Analyst. 

Jadi, asalkan nasabah menjalankan sesuai arahan Analyst sudah pasti tidak akan ada resiko dan apabila Analyst yang salah memberikan arahan maka surat jaminan ganti rugi bisa di klaim 100% pengembalian saldo utuh.

Perbedaan Dari Sisi Slot dan Kuota

Dalam trading konvensional, trader biasanya dapat membuka transaksi selama market dan platform tersedia.

Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak dapat mengikuti sesi secara bebas tanpa pengecekan.

Setiap sesi memiliki jadwal, slot, kuota, dan nominal yang tersedia.

Karena itu, nasabah perlu menghubungi CS Investasi untuk memastikan apakah sesi masih tersedia.

Hal ini membuat E*Trade Data berbeda dari trading konvensional yang lebih bebas dari sisi waktu transaksi.

Perbedaan Dari Sisi Benefit dan Hasil Saldo

Dalam trading konvensional, hasil transaksi mengikuti kondisi market dan keputusan trader.

Hasil bisa berubah-ubah dan tidak memiliki pola tetap.

Sedangkan dalam E*Trade Data, hasil sesi dibaca setelah sesi selesai dan saldo final diperbarui oleh sistem.

Benefit dalam E*Trade Data mengikuti jenis sesi, seperti benefit reguler dan Event Exclusive yang sudah dijelaskan pada Bab 8.

Nasabah tidak membaca hasil dari saldo sementara, tetapi dari saldo final setelah auto close.

Perbandingan Ringkas

AspekTrading KonvensionalE*Trade Data
Cara kerjaTrading umum mengikuti marketTrading berbasis sesi otomatis
AnalisaDilakukan trader sendiriMengikuti arahan Analyst
Pemilihan asetDipilih trader sendiriMengikuti data sesi
Waktu transaksiDitentukan traderMengikuti durasi sesi
Penutupan transaksiManualAuto close
Peran nasabahPengambil keputusan utamaPeserta sesi yang mengikuti arahan
Slot dan kuotaTidak seperti sistem sesi E*Trade DataMengikuti jadwal, slot, dan kuota
HasilMengikuti market dan keputusan traderDibaca dari saldo final setelah sesi
Risiko utamaSalah analisa dan salah keputusantidak ada

Hal Yang Perlu Dipahami Nasabah

Nasabah perlu memahami beberapa hal penting dari Bab 11:

  1.  Trading konvensional dan E*Trade Data memiliki mekanisme berbeda. 
  2.  Trading konvensional menempatkan keputusan utama pada trader. 
  3.  E*Trade Data menggunakan sistem sesi otomatis. 
  4.  Dalam E*Trade Data, nasabah mengikuti arahan Analyst. 
  5.  Aset dalam E*Trade Data tidak dipilih bebas oleh nasabah. 
  6.  Penutupan transaksi dalam E*Trade Data dilakukan melalui auto close. 
  7.  Setiap sesi E*Trade Data mengikuti jadwal, slot, kuota, dan nominal. 
  8.  Risiko dalam E*Trade Data lebih berkaitan dengan ketelitian mengikuti arahan. 
  9.  E*Trade Data tidak boleh disamakan dengan trading forex, saham, atau trading manual biasa. 

Kesalahan Pemahaman Yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan pemahaman yang perlu dihindari adalah:

  •  mengira E*Trade Data sama dengan trading konvensional; 
  •  mengira nasabah harus menganalisa market sendiri; 
  •  mengira nasabah bebas memilih aset sendiri; 
  •  mengira nasabah harus menentukan waktu jual sendiri; 
  •  mengira auto close dilakukan manual; 
  •  mengira semua trading memiliki alur yang sama; 
  •  mengira program trading general PT Mega Menara Mas Berjangka sama dengan E*Trade Data; 
  •  atau mengira ETRADE konvensional sama dengan ETrade Data. 

Pemahaman yang benar adalah E*Trade Data memiliki mekanisme khusus yang berbeda dari trading konvensional.

Prinsip Utama Bab 11

Prinsip utama Bab 11 adalah:

Trading konvensional menempatkan keputusan utama pada trader, sedangkan E*Trade Data menempatkan nasabah sebagai peserta sesi yang mengikuti arahan Analyst dan sistem auto close.

Dengan prinsip ini, nasabah dapat memahami bahwa E*Trade Data bukan trading manual bebas.

E*Trade Data adalah program trading berbasis sesi otomatis yang memiliki alur, jadwal, slot, arahan, dan sistem penutupan otomatis.

Kesimpulan Akhir Bab 11

Bab 11 menjelaskan bahwa trading konvensional dan E*Trade Data memiliki cara kerja yang berbeda.

Trading konvensional, baik dalam konteks PT Mega Menara Mas Berjangka maupun E*TRADE, lebih menekankan pada keputusan trader dalam memilih instrumen, membaca market, menentukan waktu transaksi, dan menutup transaksi.

Sedangkan E*Trade Data menggunakan mekanisme trading berbasis sesi otomatis.

Nasabah mengikuti arahan Analyst, memilih aset sesuai data sesi, memasukkan nominal sesuai instruksi, menunggu durasi sesi, dan membiarkan sistem melakukan auto close.

Dengan memahami Bab 11, nasabah dapat membedakan antara trading konvensional, trading general, dan E*Trade Data sebagai program trading berbasis sesi otomatis yang memiliki mekanisme tersendiri.


Diskusi

Komentar akan dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi!