Pengertian Kesalahan Dalam Memilih Aset
Kesalahan dalam memilih aset adalah kondisi ketika nasabah memilih aset yang tidak sesuai dengan data sesi yang diberikan oleh Analyst.
Dalam E*Trade Data, aset adalah bagian penting dari arahan sesi. Setiap sesi memiliki data yang berbeda, sehingga aset yang digunakan harus mengikuti arahan terbaru dari Analyst.
Jika nasabah salah memilih aset, maka transaksi dapat tidak sesuai dengan sesi yang sedang berjalan.
Kesalahan ini bisa terjadi karena nasabah terburu-buru, kurang teliti membaca arahan, menggunakan arahan lama, atau memilih aset berdasarkan keinginan pribadi.
Karena itu, sebelum melakukan pembelian, nasabah perlu memastikan nama aset, nominal pembelian, dan data sesi sudah benar.
Kenapa Kesalahan Memilih Aset Perlu Dihindari
Kesalahan memilih aset perlu dihindari karena dapat memengaruhi kesesuaian transaksi dengan sesi yang diarahkan.
Walaupun nasabah sudah memasukkan nominal pembelian dengan benar, transaksi tetap bisa tidak sesuai jika aset yang dipilih salah.
Contoh:
Arahan Analyst:
Aset: VENETIAN
Nominal Pembelian: 12
Namun nasabah memilih:
Aset: SANDS
Nominal Pembelian: 12
Dalam contoh tersebut, nominal sudah benar, tetapi aset salah. Maka transaksi tidak sesuai dengan data sesi.
Karena itu, pemilihan aset harus dilakukan dengan teliti.
1. Memilih Aset Sendiri Tanpa Arahan
Kesalahan pertama yang perlu dihindari adalah memilih aset sendiri tanpa arahan dari Analyst.
Dalam E*Trade Data, nasabah tidak memilih aset berdasarkan keinginan pribadi. Aset yang digunakan harus mengikuti data sesi.
Jika nasabah memilih aset sendiri, transaksi dapat keluar dari arahan sesi.
Contoh:
Analyst mengarahkan:
PALAZZO
Namun nasabah memilih:
MARINA BAY
Maka transaksi tersebut tidak sesuai dengan sesi yang diarahkan.
Nasabah perlu mengikuti aset yang diberikan oleh Analyst, bukan memilih aset sendiri.
2. Menggunakan Arahan Dari Sesi Sebelumnya
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan arahan lama dari sesi sebelumnya.
Setiap sesi dapat memiliki aset yang berbeda. Karena itu, arahan sesi sebelumnya tidak boleh digunakan untuk sesi baru.
Contoh:
Sesi pertama:
Aset: VENETIAN
Nominal: 12
Sesi berikutnya:
Aset: SANDS
Nominal: 25
Jika nasabah tetap memilih VENETIAN pada sesi berikutnya, maka transaksi tidak sesuai dengan arahan terbaru.
Nasabah harus selalu membaca data sesi terbaru yang diberikan Analyst.
3. Salah Membaca Nama Aset
Kesalahan ini sering terjadi pada nasabah baru yang belum familiar dengan nama aset di platform.
Beberapa nama aset mungkin terlihat asing atau mirip bagi nasabah, seperti:
- PARISIAN
- VENETIAN
- PALAZZO
- MARINA BAY
- BROADWAY
Nasabah perlu membaca nama aset dengan teliti sebelum memilih.
Jika ragu, nasabah sebaiknya bertanya kepada Analyst terlebih dahulu daripada langsung melakukan pembelian.
4. Memilih Aset Karena Nama Terlihat Menarik
Nasabah tidak boleh memilih aset hanya karena nama aset terlihat menarik, populer, atau mudah diingat.
Contoh:
Nasabah merasa lebih suka nama BROADWAY, padahal arahan Analyst adalah SANDS.
Dalam kondisi tersebut, nasabah tetap harus memilih SANDS sesuai arahan.
Nama aset bukan dipilih berdasarkan kesukaan pribadi, melainkan berdasarkan data sesi yang diberikan oleh Analyst.
5. Memilih Aset Karena Pernah Profit Sebelumnya
Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah memilih aset karena aset tersebut pernah digunakan pada sesi sebelumnya dan menghasilkan profit.
Dalam E*Trade Data, setiap sesi memiliki data berbeda. Aset yang pernah digunakan sebelumnya belum tentu digunakan kembali pada sesi berikutnya.
Contoh:
Pada sesi sebelumnya, nasabah menggunakan aset VENETIAN dan profit.
Pada sesi berikutnya, Analyst mengarahkan aset MGM.
Maka nasabah tetap harus memilih MGM, bukan VENETIAN.
Nasabah tidak boleh menganggap satu aset akan selalu sesuai untuk semua sesi.
6. Memasukkan Nominal Pada Aset Yang Salah
Kesalahan ini terjadi ketika nominal pembelian sudah benar, tetapi aset yang dipilih salah.
Contoh:
Arahan Analyst:
Aset: MARINA BAY
Nominal Pembelian: 60
Nasabah memasukkan nominal 60, tetapi pada aset GALAXY.
Walaupun nominal benar, transaksi tetap tidak sesuai karena asetnya salah.
Karena itu, nasabah perlu memastikan aset dan nominal sama-sama sesuai arahan.
7. Aset Benar Tetapi Nominal Salah
Selain salah aset, nasabah juga bisa melakukan kesalahan dengan memilih aset yang benar tetapi memasukkan nominal yang salah.
Contoh:
Arahan Analyst:
Aset: SANDS
Nominal Pembelian: 25
Nasabah memilih SANDS, tetapi memasukkan nominal 20.
Dalam kondisi ini, aset benar tetapi nominal tidak sesuai.
Aset dan nominal harus dibaca sebagai satu kesatuan data sesi.
8. Terburu-buru Menekan Tombol Pembelian
Nasabah tidak disarankan terburu-buru saat melakukan pembelian aset.
Kesalahan sering terjadi karena nasabah ingin cepat mengikuti sesi, tetapi belum memeriksa data dengan teliti.
Sebelum menekan tombol pembelian, nasabah perlu mengecek ulang:
- nama aset,
- nominal pembelian,
- saldo akun,
- data sesi terbaru,
- dan arahan Analyst.
Jika ada yang belum jelas, sebaiknya bertanya terlebih dahulu.
9. Tidak Membaca Data Sesi Sampai Selesai
Data sesi yang diberikan Analyst perlu dibaca secara lengkap.
Jangan hanya membaca sebagian informasi, misalnya hanya melihat nominal tetapi tidak melihat aset.
Contoh data sesi biasanya berisi:
- saldo akun,
- aset yang dipilih,
- nominal pembelian,
- arahan waktu,
- dan instruksi menunggu sesi selesai.
Jika nasabah hanya membaca nominal tetapi tidak memperhatikan aset, maka risiko salah transaksi akan lebih besar.
10. Mengikuti Arahan Dari Pihak Yang Tidak Sesuai
Aset sesi trading hanya mengikuti arahan dari Analyst.
Nasabah tidak boleh mengikuti arahan dari pihak lain yang tidak sesuai jalur komunikasi.
Jika ada pihak lain yang memberikan arahan aset berbeda, nasabah perlu berhati-hati dan tetap mengikuti Analyst yang mendampingi sesi.
Dalam alur E*Trade Data:
- Customer Care membantu tahap awal,
- CS Investasi membantu klaim, withdraw, dan pendaftaran sesi,
- Analyst memberikan data sesi dan arahan aset.
Jadi, untuk pemilihan aset, nasabah mengikuti Analyst.
11. Mengganti Aset Karena Aset Yang Diarahkan Tidak Ditemukan
Jika nasabah tidak menemukan aset yang diarahkan, jangan langsung memilih aset lain.
Langkah yang benar adalah bertanya kepada Analyst.
Kemungkinan penyebab aset tidak ditemukan:
- nasabah membuka menu yang salah,
- halaman belum selesai memuat,
- koneksi internet lambat,
- nasabah salah membaca nama aset,
- atau aset belum terlihat pada tampilan yang dibuka.
Nasabah perlu menunggu arahan Analyst sebelum melanjutkan.
12. Membeli Ulang Karena Merasa Salah
Jika nasabah merasa sudah salah memilih aset, nasabah tidak boleh langsung membeli ulang tanpa arahan.
Pembelian ulang tanpa konfirmasi dapat membuat transaksi menjadi lebih rumit.
Langkah yang tepat adalah:
- Segera informasikan kepada Analyst.
- Jelaskan aset yang dipilih.
- Jelaskan nominal pembelian.
- Kirim screenshot jika diperlukan.
- Tunggu arahan lanjutan.
Nasabah perlu menghindari tindakan tambahan tanpa arahan.
13. Mengabaikan Arahan Terbaru Dari Analyst
Jika Analyst memberikan arahan terbaru, maka nasabah harus mengikuti arahan terbaru tersebut.
Jangan menggunakan pesan lama, screenshot lama, atau data sesi sebelumnya.
Setiap sesi memiliki data yang dapat berubah.
Arahan terbaru adalah acuan utama yang harus digunakan saat melakukan pembelian aset.
14. Tidak Bertanya Saat Ragu
Jika nasabah ragu, langkah terbaik adalah bertanya terlebih dahulu.
Jangan menebak sendiri.
Contoh pertanyaan yang bisa disampaikan kepada Analyst:
“Ibu/Bapak Analyst, aset yang saya pilih sudah benar VENETIAN ya?”
Atau:
“Mohon konfirmasi, nominal yang dimasukkan 12 pada aset SANDS benar ya?”
Dengan bertanya sebelum membeli, risiko kesalahan dapat dikurangi.
Dampak Jika Salah Memilih Aset
Jika nasabah salah memilih aset, beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain:
- transaksi tidak sesuai data sesi,
- hasil sesi menjadi tidak sesuai arahan,
- proses pengecekan lebih sulit,
- nasabah perlu menunggu arahan lanjutan,
- dan alur sesi menjadi tidak tertib.
Karena itu, memilih aset dengan benar adalah bagian penting sebelum transaksi dikonfirmasi.
Cara Menghindari Kesalahan Memilih Aset
Agar tidak salah memilih aset, nasabah dapat mengikuti langkah berikut:
- Baca data sesi dari Analyst sampai selesai.
- Perhatikan nama aset yang diarahkan.
- Cocokkan nama aset di platform.
- Pastikan ejaan aset sama.
- Masukkan nominal sesuai arahan.
- Periksa ulang sebelum konfirmasi pembelian.
- Jangan memakai arahan sesi sebelumnya.
- Jangan mengganti aset sendiri.
- Bertanya kepada Analyst jika ragu.
Dengan langkah tersebut, proses pembelian aset dapat berjalan lebih aman dan terarah.
Checklist Sebelum Membeli Aset
Sebelum melakukan pembelian, nasabah dapat menggunakan checklist berikut:
- Apakah data sesi yang digunakan adalah data terbaru?
- Apakah nama aset sudah sama dengan arahan Analyst?
- Apakah nominal pembelian sudah sesuai?
- Apakah saldo cukup?
- Apakah tidak memakai arahan sesi lama?
- Apakah tidak memilih aset berdasarkan keinginan pribadi?
- Apakah sudah bertanya jika masih ragu?
Jika semua sudah benar, nasabah dapat melanjutkan pembelian sesuai arahan.
Contoh Kesalahan dan Perbaikannya
Contoh 1: Salah Aset
Arahan:
Aset: VENETIAN
Nominal: 12
Kesalahan:
Nasabah memilih PALAZZO
Perbaikan:
Nasabah harus memilih VENETIAN sesuai arahan, bukan PALAZZO.
Contoh 2: Salah Nominal
Arahan:
Aset: SANDS
Nominal: 25
Kesalahan:
Nasabah memilih SANDS tetapi memasukkan nominal 20
Perbaikan:
Nasabah perlu memasukkan nominal 25 sesuai data sesi.
Contoh 3: Menggunakan Arahan Lama
Arahan sesi sebelumnya:
Aset: MGM
Arahan sesi terbaru:
Aset: BROADWAY
Kesalahan:
Nasabah tetap memilih MGM
Perbaikan:
Nasabah harus mengikuti arahan terbaru, yaitu BROADWAY.
Contoh Penjelasan Kepada Nasabah
Contoh kepada Ibu:
Baik Ibu, sebelum melakukan pembelian, mohon pastikan nama aset sudah sama dengan arahan Analyst. Jika arahan menunjukkan VENETIAN, maka pilih VENETIAN. Jangan menggunakan arahan sesi sebelumnya atau memilih aset lain tanpa konfirmasi.
Contoh kepada Bapak:
Baik Bapak, aset dan nominal harus sesuai dengan data sesi. Jika aset benar tetapi nominal salah, transaksi tetap tidak sesuai. Jika nominal benar tetapi aset salah, transaksi juga tidak sesuai. Jadi mohon cek ulang sebelum pembelian.
Hal Yang Perlu Diingat Nasabah
Nasabah perlu mengingat beberapa hal berikut:
- Aset harus mengikuti arahan Analyst.
- Jangan memilih aset sendiri.
- Jangan menggunakan arahan lama.
- Jangan memilih aset karena pernah profit sebelumnya.
- Jangan mengganti aset tanpa arahan.
- Pastikan nominal pembelian juga benar.
- Bertanya jika ragu sebelum membeli.
- Jangan melakukan pembelian ulang tanpa arahan.
Dengan memahami hal ini, nasabah dapat menghindari kesalahan saat memilih aset.
Kesimpulan
Kesalahan memilih aset dapat membuat transaksi tidak sesuai dengan sesi trading yang diarahkan.
Kesalahan yang perlu dihindari antara lain memilih aset sendiri, menggunakan arahan lama, salah membaca nama aset, mengganti aset tanpa arahan, memasukkan nominal pada aset yang salah, atau terburu-buru melakukan pembelian.
Nasabah perlu selalu mengikuti data terbaru dari Analyst, mencocokkan nama aset di platform, memastikan nominal benar, dan bertanya jika masih ragu sebelum melakukan pembelian.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, proses sesi trading dapat berjalan lebih tertib, jelas, dan sesuai alur E*Trade Data.