Isi FAQ
121. Apa itu aset dalam E*Trade Data?
Aset dalam E*Trade Data adalah pilihan instrumen atau menu transaksi yang tersedia di platform dan digunakan nasabah saat mengikuti sesi trading.
Aset tersebut dipilih berdasarkan arahan analyst, sehingga nasabah tidak memilih aset secara bebas.
122. Apakah aset sama dengan barang fisik?
Tidak.
Nama aset di dalam platform digunakan sebagai identitas transaksi. Nasabah tidak membeli bangunan fisik, resort, hotel, atau properti secara langsung.
Aset hanya menjadi pilihan transaksi yang digunakan dalam sistem E*Trade Data.
123. Kenapa nama aset menggunakan konsep resort dan hospitality?
Materi E*Trade Data menjelaskan bahwa aset menggunakan konsep penamaan yang berkaitan dengan kategori resort, hospitality, dan properti hiburan.
Nama tersebut digunakan sebagai identitas aset dalam platform, bukan berarti nasabah memiliki kepemilikan langsung atas properti fisik tersebut.
124. Apakah nasabah bebas memilih aset sendiri?
Tidak.
Nasabah harus memilih aset sesuai arahan analyst. Setiap sesi memiliki data aset yang berbeda, sehingga pemilihan aset harus mengikuti data sesi yang diberikan.
125. Kenapa nasabah tidak boleh memilih aset sendiri?
Karena pemilihan aset sendiri dapat membuat transaksi tidak sesuai dengan sesi yang sedang berjalan.
Jika analyst mengarahkan aset tertentu, maka nasabah harus memilih aset tersebut agar transaksi masuk ke data sesi yang benar.
126. Siapa yang menentukan aset yang harus dipilih?
Aset ditentukan berdasarkan data sesi yang diberikan oleh analyst.
Analyst membaca data sesi yang tersedia, lalu memberikan arahan kepada nasabah mengenai aset dan nominal pembelian yang harus digunakan.
127. Apa yang harus dilakukan nasabah sebelum memilih aset?
Sebelum memilih aset, nasabah harus memastikan:
- nama aset sudah sesuai arahan analyst;
- nominal pembelian sudah sesuai;
- saldo akun sudah sesuai;
- sesi yang diikuti sudah benar;
- tidak menggunakan arahan lama;
- tidak mengikuti arahan dari pihak lain.
Jika ada bagian yang belum jelas, nasabah harus bertanya kepada analyst sebelum melakukan pembelian.
128. Apakah aset yang dipilih bisa berbeda setiap sesi?
Ya.
Setiap sesi dapat memiliki data aset yang berbeda. Karena itu, nasabah tidak boleh menggunakan data sesi sebelumnya untuk sesi yang sedang berjalan.
129. Apakah arahan aset lama boleh digunakan lagi?
Tidak boleh.
Arahan aset lama hanya berlaku untuk sesi sebelumnya. Untuk sesi baru, nasabah harus menunggu arahan terbaru dari analyst.
130. Kalau saya melihat aset yang menurut saya bagus, boleh saya pilih sendiri?
Tidak disarankan.
Nasabah tidak memilih aset berdasarkan perkiraan pribadi. Dalam E*Trade Data, aset dipilih berdasarkan data sesi yang diberikan oleh analyst.
Jika nasabah memilih aset sendiri, transaksi dapat tidak sesuai dengan sistem sesi.
131. Apakah semua aset di platform bisa digunakan?
Tidak semua aset harus digunakan oleh nasabah.
Nasabah hanya menggunakan aset yang diarahkan oleh analyst sesuai sesi yang sedang berjalan.
132. Apa yang dimaksud dengan membaca nama aset di platform?
Membaca nama aset berarti mencocokkan nama aset yang tampil di akun dengan nama aset yang diberikan oleh analyst.
Nasabah harus memastikan nama aset benar sebelum melakukan pembelian.
133. Kenapa nama aset harus dicocokkan dengan teliti?
Karena kesalahan membaca nama aset dapat menyebabkan nasabah memilih aset yang salah.
Jika aset salah, transaksi dapat tidak sesuai dengan data sesi dan perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.
134. Bagaimana jika nama aset mirip?
Jika nama aset terlihat mirip, nasabah harus membaca ulang arahan analyst dan mencocokkannya dengan nama aset yang tampil di platform.
Jika masih ragu, jangan melakukan pembelian terlebih dahulu. Nasabah harus bertanya kepada analyst sebelum melanjutkan.
135. Apakah salah pilih aset bisa memengaruhi hasil sesi?
Ya, bisa.
Jika nasabah salah memilih aset, transaksi dapat tidak masuk sesuai data sesi yang diarahkan. Karena itu, nasabah harus memastikan aset benar sebelum pembelian dikonfirmasi.
136. Apa yang harus dilakukan jika nasabah salah memilih aset?
Nasabah harus segera menghubungi analyst atau CS Investasi.
Nasabah tidak disarankan melakukan transaksi tambahan, mengganti aset sendiri, atau mencoba memperbaiki tanpa arahan.
137. Apakah nasabah boleh membeli lebih dari satu aset?
Tidak boleh dilakukan tanpa arahan.
Nasabah hanya mengikuti aset dan nominal yang diarahkan oleh analyst. Jika analyst hanya mengarahkan satu aset, maka nasabah tidak boleh menambah aset lain sendiri.
138. Apakah nasabah boleh menambah nominal pada aset yang diarahkan?
Tidak disarankan.
Nominal pembelian harus sesuai dengan arahan analyst. Jika nominal diubah sendiri, transaksi bisa berbeda dari data sesi yang seharusnya.
139. Apa hubungan aset dengan nominal pembelian?
Aset dan nominal pembelian saling berkaitan dalam arahan sesi.
Analyst memberikan nama aset dan nominal pembelian yang harus diikuti. Nasabah harus memastikan keduanya sama-sama benar sebelum transaksi dikonfirmasi.
140. Jika aset benar tapi nominal salah, apakah transaksi tetap sesuai?
Belum tentu.
Aset yang benar tetap harus disertai nominal yang benar. Jika nominal salah, transaksi tetap dapat dianggap tidak sesuai dengan arahan sesi.
141. Jika nominal benar tapi aset salah, apakah transaksi tetap sesuai?
Tidak.
Aset dan nominal harus sama-sama sesuai dengan arahan analyst. Jika aset salah, transaksi dapat tidak sesuai walaupun nominalnya benar.
142. Apakah nasabah boleh mencoba beli aset kecil untuk latihan?
Tidak disarankan.
Pembelian aset harus mengikuti arahan analyst. Jika nasabah mencoba membeli aset sendiri, hal tersebut dapat membuat data transaksi tidak sesuai dengan sesi.
143. Apakah aset yang sudah dipilih bisa dibatalkan?
Jika transaksi belum dikonfirmasi, nasabah dapat memeriksa kembali aset yang dipilih.
Namun, jika transaksi sudah masuk ke sistem, nasabah harus mengikuti arahan analyst atau CS Investasi untuk pengecekan lebih lanjut.
144. Apa yang harus dicek sebelum menekan tombol konfirmasi pembelian?
Sebelum menekan tombol konfirmasi, nasabah harus mengecek:
- nama aset;
- nominal pembelian;
- saldo akun;
- arahan analyst;
- sesi yang sedang diikuti;
- apakah data sudah sama dengan instruksi.
Jika ada perbedaan, nasabah tidak boleh melanjutkan pembelian.
145. Apa kesalahan yang sering terjadi saat memilih aset?
Kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- memilih aset sendiri;
- memakai arahan lama;
- salah membaca nama aset;
- memasukkan nominal pada aset yang salah;
- membeli sebelum arahan jelas;
- mengikuti arahan dari teman;
- tidak mencocokkan ulang sebelum konfirmasi;
- memilih aset yang mirip namanya;
- terburu-buru saat sesi dimulai;
- tidak bertanya saat ragu.
146. Kenapa nasabah tidak boleh mengikuti arahan teman?
Karena arahan teman belum tentu sesuai dengan sesi nasabah.
Setiap nasabah bisa memiliki arahan yang berbeda tergantung sesi, nominal, dan data yang diberikan analyst. Nasabah harus mengikuti arahan resmi dari analyst yang mendampingi sesi.
147. Apa jawaban CS jika nasabah bertanya, “Kenapa saya tidak boleh pilih aset sendiri?”
CS dapat menjawab:
“Karena setiap sesi memiliki data aset yang berbeda. Agar transaksi Bapak/Ibu sesuai dengan sesi yang sedang berjalan, aset harus dipilih sesuai arahan analyst. Jika memilih sendiri, transaksi bisa tidak sesuai dengan data sesi.”
148. Apa jawaban CS jika nasabah bertanya, “Kalau saya salah aset bagaimana?”
CS dapat menjawab:
“Jika Bapak/Ibu salah memilih aset, segera hubungi analyst atau CS Investasi untuk pengecekan. Mohon jangan melakukan transaksi tambahan atau mencoba mengganti sendiri sebelum mendapat arahan.”
149. Apa jawaban CS jika nasabah bertanya, “Aset ini artinya saya beli properti?”
CS dapat menjawab:
“Tidak. Nama aset di platform digunakan sebagai identitas transaksi. Bapak/Ibu tidak membeli atau memiliki bangunan fisik secara langsung. Aset tersebut digunakan sebagai pilihan transaksi dalam sistem E*Trade Data.”
150. Apa pemahaman paling penting tentang aset trading?
Pemahaman paling penting adalah nasabah tidak memilih aset secara bebas.
Aset harus dipilih sesuai arahan analyst, nominal harus sesuai instruksi, dan nasabah wajib memastikan data sudah benar sebelum transaksi dikonfirmasi.