Analyst adalah pihak yang mendampingi nasabah saat masuk ke tahap sesi trading dalam program E*Trade Data.
Setelah nasabah menyelesaikan tahap awal bersama Customer Care, seperti deposit awal, pendaftaran akun, aktivasi saldo, dan pengajuan awal surat jaminan, nasabah akan diarahkan ke Analyst untuk mengikuti sesi trading.
Peran Analyst adalah membantu nasabah memahami data sesi yang sedang berjalan, memberikan arahan aset yang perlu dipilih, menjelaskan nominal pembelian, serta mendampingi nasabah sampai sesi selesai.
Dengan adanya Analyst, nasabah tidak perlu menjalankan proses trading sendirian atau menebak-nebak aset yang harus dipilih.
Posisi Analyst Dalam Alur E*Trade Data
Analyst berada pada tahap setelah akun nasabah aktif dan saldo sudah tersedia.
Alurnya dapat dipahami seperti berikut:
Customer Care → Akun aktif → Saldo tersedia → Analyst → Sesi trading → Hasil saldo → CS Investasi jika diperlukan
Artinya, Analyst bukan pihak pertama yang menerima nasabah sejak awal, tetapi menjadi pihak yang mendampingi setelah nasabah sudah siap mengikuti sesi trading.
Customer Care membantu tahap awal, sedangkan Analyst membantu tahap pelaksanaan sesi trading.
Fungsi Utama Analyst
Analyst memiliki fungsi utama sebagai pendamping nasabah dalam menjalankan sesi trading.
Fungsi Analyst meliputi:
- Membimbing nasabah secara 1 on 1.
- Memberikan data sesi kepada nasabah.
- Menjelaskan saldo yang tersedia di akun.
- Mengarahkan aset yang perlu dipilih.
- Memberikan nominal pembelian sesuai data sesi.
- Membantu nasabah memahami alur pembelian aset.
- Mengarahkan nasabah untuk menunggu sampai sesi selesai.
- Membantu membaca hasil saldo setelah sesi berakhir.
- Mengarahkan nasabah ke CS Investasi jika perlu klaim atau withdraw.
Dengan fungsi tersebut, Analyst menjadi bagian penting dalam proses penggunaan E*Trade Data setelah akun nasabah aktif.
Bimbingan 1 on 1 Oleh Analyst
Dalam E*Trade Data, bimbingan Analyst dilakukan secara 1 on 1 agar nasabah dapat mengikuti proses dengan lebih jelas.
Bimbingan 1 on 1 berarti nasabah mendapatkan arahan langsung dari Analyst, bukan hanya membaca instruksi umum.
Melalui bimbingan ini, Analyst dapat membantu nasabah memahami:
- saldo yang tampil di akun,
- aset yang harus dipilih,
- nominal pembelian,
- waktu mengikuti sesi,
- status transaksi,
- perubahan saldo,
- dan hasil setelah sesi selesai.
Bimbingan seperti ini sangat membantu terutama bagi nasabah baru yang belum terbiasa dengan sistem sesi otomatis.
Data Sesi Yang Diberikan Oleh Analyst
Sebelum nasabah melakukan pembelian aset, Analyst akan memberikan data sesi yang perlu diikuti.
Data sesi biasanya dikirimkan melalui WhatsApp kepada nasabah.
Data tersebut dapat berisi:
- saldo akun nasabah,
- aset yang harus dipilih,
- nominal pembelian,
- arahan waktu pembelian,
- instruksi menunggu sesi selesai,
- dan penjelasan bahwa transaksi akan mengikuti sistem auto close.
Data sesi ini menjadi dasar nasabah dalam melakukan pembelian aset.
Nasabah tidak disarankan memilih aset atau nominal sendiri di luar data yang diberikan oleh Analyst.
Peran Analyst Dalam Menjelaskan Saldo
Salah satu peran penting Analyst adalah membantu nasabah memahami saldo yang tampil di akun.
Dalam akun E*Trade Data, saldo dapat ditampilkan dalam bentuk angka sistem.
Contoh:
Saldo 100 berarti setara Rp100.000.
Jika Analyst memberikan arahan pembelian dengan nominal 12, maka nasabah perlu memahami bahwa nominal tersebut setara Rp12.000.
Setelah pembelian dilakukan, saldo akan berkurang sementara.
Contoh:
Saldo awal: 100
Nominal pembelian: 12
Saldo sementara: 88
Analyst membantu menjelaskan bahwa saldo 88 tersebut adalah saldo sementara karena sebagian saldo sedang digunakan dalam sesi trading.
Peran Analyst Dalam Menentukan Aset Yang Diikuti
Dalam sesi trading, nasabah akan diarahkan untuk memilih aset tertentu sesuai data yang diberikan.
Aset yang tersedia dalam E*Trade Data dapat berupa:
- PARISIAN
- VENETIAN
- PALAZZO
- MARINA BAY
- WYNN
- GALAXY
- RIO
- MGM
- SANDS
- BROADWAY
Analyst membantu mengarahkan aset mana yang perlu dipilih pada sesi yang sedang berjalan.
Jika Analyst mengarahkan aset VENETIAN, maka nasabah perlu memilih VENETIAN.
Nasabah tidak disarankan mengganti aset sendiri karena setiap aset yang diarahkan mengikuti data sesi yang diberikan.
Peran Analyst Dalam Menjelaskan Nominal Pembelian
Selain aset, Analyst juga memberikan nominal pembelian yang perlu diikuti oleh nasabah.
Nominal pembelian adalah jumlah saldo yang digunakan untuk membeli aset pada sesi tersebut.
Contoh:
Saldo nasabah: 100
Aset: VENETIAN
Nominal pembelian: 12
Maka nasabah perlu memilih aset VENETIAN dan memasukkan nominal pembelian 12.
Setelah pembelian berhasil, saldo sementara menjadi 88.
Analyst membantu memastikan nasabah memahami nominal yang harus dimasukkan agar tidak salah input.
Peran Analyst Saat Nasabah Melakukan Pembelian
Saat nasabah melakukan pembelian aset, Analyst berperan memberikan arahan langkah demi langkah.
Analyst dapat mengingatkan nasabah untuk:
- memastikan aset yang dipilih sudah benar,
- memastikan nominal pembelian sudah sesuai,
- tidak terburu-buru menekan tombol transaksi,
- tidak mengganti data sendiri,
- memastikan pembelian berhasil masuk,
- dan menunggu sampai sesi berjalan.
Peran ini penting agar transaksi nasabah masuk sesuai arahan data sesi.
Peran Analyst Saat Sesi Berjalan
Setelah nasabah berhasil membeli aset, sesi akan berjalan sesuai durasi sistem.
Pada tahap ini, Analyst membantu menjelaskan bahwa nasabah cukup menunggu sampai sesi selesai.
Analyst dapat mengingatkan nasabah agar tidak:
- membeli ulang tanpa arahan,
- mengganti aset,
- menekan tombol berulang kali,
- panik saat saldo sementara berkurang,
- atau mencari tombol jual manual.
Karena dalam E*Trade Data, transaksi akan mengikuti durasi sesi dan ditutup otomatis oleh sistem saat sesi berakhir.
Peran Analyst Dalam Membantu Membaca Hasil Saldo
Setelah sesi selesai, Analyst dapat membantu nasabah membaca hasil saldo yang tampil di akun.
Analyst membantu menjelaskan apakah saldo sudah berubah, apakah sesi sudah selesai, dan apakah hasil sudah terlihat.
Contoh:
Jika saldo awal 100 dan setelah sesi menjadi 130, Analyst dapat menjelaskan bahwa saldo sudah diperbarui sesuai hasil sesi.
Jika saldo tidak bertambah dan tetap pada saldo sementara, Analyst dapat menjelaskan bahwa sesi tersebut belum menghasilkan profit dan nasabah dapat mengikuti arahan lanjutan sesuai ketentuan.
Peran Analyst Jika Sesi Tidak Profit
Jika sesi tidak menghasilkan profit, Analyst membantu nasabah memahami kondisi tersebut dengan tenang.
Analyst dapat menjelaskan bahwa jika nasabah memiliki surat jaminan ganti rugi yang aktif, maka nasabah dapat mengikuti prosedur klaim sesuai ketentuan.
Dalam kondisi ini, Analyst dapat mengarahkan nasabah ke CS Investasi untuk proses klaim.
Alurnya:
- Sesi selesai.
- Saldo tidak bertambah.
- Nasabah menyampaikan kondisi kepada Analyst.
- Analyst membantu menjelaskan kondisi saldo.
- Analyst mengarahkan nasabah ke CS Investasi.
- Nasabah mengikuti proses klaim sesuai ketentuan.
Dengan begitu, nasabah tetap mendapatkan arahan lanjutan.
Peran Analyst Jika Sesi Profit
Jika sesi berhasil profit dan saldo sudah diperbarui, Analyst dapat membantu nasabah memahami hasil saldo.
Setelah saldo final tampil, Analyst dapat mengarahkan nasabah ke CS Investasi untuk proses penarikan modal dan profit.
Alurnya:
- Sesi selesai.
- Saldo diperbarui.
- Analyst membantu nasabah membaca hasil.
- Nasabah menyampaikan keinginan withdraw.
- Analyst mengarahkan nasabah ke CS Investasi.
- CS Investasi memandu proses penarikan.
Analyst tidak memproses withdraw secara langsung, tetapi membantu mengarahkan nasabah ke pihak yang menangani penarikan.
Peran Analyst Untuk Sesi Trading Berikutnya
Jika nasabah ingin mengikuti sesi trading berikutnya, proses tersebut sudah masuk ke alur E*Trade Data.
Nasabah tidak kembali lagi ke Customer Care awal, karena Customer Care hanya membantu tahap pengenalan dan aktivasi awal.
Untuk sesi trading berikutnya, nasabah mengikuti arahan dari Analyst atau CS Investasi sesuai kebutuhan.
Hal ini dilakukan agar proses lanjutan tetap berada di jalur operasional E*Trade Data.
Batasan Peran Analyst
Analyst memiliki peran penting dalam bimbingan sesi trading, tetapi tetap memiliki batasan tugas.
Analyst tidak bertugas untuk:
- memproses deposit awal,
- membuat link pendaftaran,
- meminta password nasabah,
- meminta OTP nasabah,
- memproses withdraw secara langsung,
- mencairkan dana ke rekening,
- atau mengambil alih akun nasabah.
Analyst hanya membantu pada bagian bimbingan sesi trading, data sesi, pembelian aset, pembacaan hasil saldo, dan pengarahan ke CS Investasi jika diperlukan.
Perbedaan Analyst Dengan Customer Care
Analyst dan Customer Care memiliki peran yang berbeda.
Customer Care membantu tahap awal seperti penjelasan program, deposit, verifikasi transaksi, link pendaftaran, dan aktivasi akun.
Analyst membantu tahap sesi trading setelah akun aktif dan saldo tersedia.
Perbedaannya dapat dipahami seperti berikut:
- Customer Care: tahap awal sebelum akun masuk ke sesi trading.
- Analyst: tahap bimbingan sesi trading setelah akun siap.
Jadi setelah nasabah diarahkan ke Analyst, fokusnya sudah masuk ke proses sesi trading.
Perbedaan Analyst Dengan CS Investasi
Analyst juga berbeda dengan CS Investasi.
Analyst membantu bimbingan sesi trading, sedangkan CS Investasi membantu proses klaim dan penarikan dana.
Perbedaannya:
- Analyst: memberi data sesi, aset, nominal pembelian, dan bimbingan trading.
- CS Investasi: membantu klaim surat jaminan, data rekening, withdraw, dan proses lanjutan penarikan.
Dengan memahami perbedaan ini, nasabah tidak bingung harus menghubungi siapa pada setiap tahap.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Nasabah Saat Dibimbing Analyst
Saat dibimbing oleh Analyst, nasabah perlu memperhatikan beberapa hal:
- Membaca data sesi dengan teliti.
- Memastikan saldo akun sesuai.
- Memilih aset sesuai arahan.
- Memasukkan nominal pembelian sesuai data.
- Tidak mengubah aset atau nominal sendiri.
- Tidak membeli ulang tanpa arahan.
- Menunggu sesi selesai sampai auto close.
- Bertanya jika belum memahami instruksi.
- Tidak memberikan password atau OTP kepada siapa pun.
Dengan mengikuti hal tersebut, proses sesi trading dapat berjalan lebih tertib.
Kesalahan Yang Perlu Dihindari Saat Mengikuti Analyst
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari nasabah antara lain:
- tidak membaca arahan Analyst dengan lengkap,
- salah memilih aset,
- salah memasukkan nominal pembelian,
- terlambat mengikuti sesi,
- melakukan pembelian ulang tanpa arahan,
- panik saat saldo sementara berkurang,
- mengira harus menjual manual,
- mengubah data sesi sendiri,
- atau menghubungi pihak yang tidak sesuai saat ingin withdraw.
Kesalahan tersebut dapat membuat proses menjadi tidak sesuai alur.
Contoh Arahan Analyst Kepada Nasabah
Contoh arahan kepada Ibu:
Baik Ibu, sesuai data sesi yang saya kirimkan, saldo akun Ibu saat ini adalah 100 atau setara Rp100.000. Untuk sesi ini, silakan pilih aset VENETIAN dengan nominal pembelian 12. Setelah pembelian berhasil, Ibu cukup menunggu sampai sesi selesai karena transaksi akan mengikuti auto close dari sistem.
Contoh arahan kepada Bapak:
Baik Bapak, silakan ikuti data sesi yang sudah saya kirimkan. Pastikan aset dan nominal pembelian sesuai arahan. Setelah transaksi berhasil masuk, Bapak tidak perlu melakukan penjualan manual, cukup menunggu sampai sesi selesai.
Contoh Penjelasan Analyst Setelah Sesi Selesai
Jika sesi profit:
Baik Ibu, sesi sudah selesai dan saldo sudah diperbarui. Jika Ibu ingin melakukan penarikan modal dan profit, selanjutnya Ibu akan saya arahkan ke CS Investasi untuk proses withdraw.
Jika sesi belum profit:
Baik Bapak, sesi sudah selesai namun saldo belum bertambah. Jika Bapak memiliki surat jaminan ganti rugi yang aktif, selanjutnya Bapak dapat diarahkan ke CS Investasi untuk proses klaim sesuai ketentuan.
Hal Yang Tidak Boleh Diminta Oleh Analyst
Untuk menjaga keamanan, Analyst tidak boleh meminta data sensitif nasabah, seperti:
- password akun,
- kode OTP,
- akses email,
- akses WhatsApp,
- akses rekening,
- atau kendali perangkat nasabah.
Jika nasabah membutuhkan bantuan, Analyst cukup memberikan arahan langkah demi langkah tanpa mengambil alih akses akun pribadi.
Manfaat Adanya Analyst
Adanya Analyst memberikan beberapa manfaat bagi nasabah:
- nasabah tidak mengikuti sesi sendirian,
- data sesi lebih mudah dipahami,
- nasabah mengetahui aset dan nominal pembelian,
- pemula lebih mudah mengikuti alur,
- risiko salah pilih aset dapat dikurangi,
- nasabah lebih tenang saat sesi berjalan,
- dan hasil saldo dapat dijelaskan setelah sesi selesai.
Dengan adanya Analyst, proses sesi trading menjadi lebih terarah dan mudah dipahami oleh nasabah.
Kesimpulan
Analyst berperan sebagai pendamping nasabah dalam proses sesi trading E*Trade Data hingga profit.
Tugas Analyst meliputi bimbingan 1 on 1, pengiriman data sesi, penjelasan saldo, pengarahan aset, nominal pembelian, pendampingan saat sesi berjalan, serta membantu membaca hasil saldo setelah sesi selesai.
Jika sesi profit, Analyst mengarahkan nasabah ke CS Investasi untuk proses penarikan. Jika sesi tidak profit, Analyst mengarahkan nasabah ke CS Investasi untuk proses klaim surat jaminan sesuai ketentuan.
Dengan memahami peran Analyst, nasabah dapat mengikuti sesi trading dengan lebih tertib, jelas, dan sesuai alur E*Trade Data.