Perbedaan E*Trade Data Dengan Trading Konvensional ⏱ 8 menit baca 👁 37 views

Perbedaan Cara Analisa Market

Dalam trading konvensional, analisa market biasanya dilakukan langsung oleh trader atau nasabah sebelum mengambil keputusan transaksi. Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak melakukan analisa market secara mandiri, karena data sesi telah dianalisa dan diarahkan oleh Analyst sesuai sistem program. Perbedaan ini menjadi salah satu pembeda utama antara trading konvensional dan trading berbasis sesi otomatis.

Pengertian Analisa Market

Analisa market adalah proses membaca kondisi pasar sebelum melakukan transaksi.

Dalam trading, analisa market digunakan untuk memperkirakan arah pergerakan harga, menentukan peluang transaksi, memilih instrumen, menentukan waktu masuk, dan menentukan waktu keluar.

Analisa market dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melihat grafik harga, membaca berita ekonomi, menggunakan indikator, membaca tren, atau mengikuti data tertentu yang dianggap berpengaruh terhadap market.

Pada trading konvensional, analisa market biasanya dilakukan langsung oleh trader.

Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak melakukan analisa market secara mandiri karena proses sesi mengikuti data yang sudah diarahkan oleh Analyst.

Analisa Market Dalam Trading Konvensional

Dalam trading konvensional, trader perlu menganalisa market sendiri sebelum mengambil keputusan.

Trader harus memahami kondisi market, membaca pergerakan harga, dan menentukan apakah suatu instrumen layak untuk dibeli atau dijual.

Analisa market dalam trading konvensional biasanya mencakup:

  1.  membaca grafik harga; 
  2.  memahami tren market; 
  3.  menggunakan indikator teknikal; 
  4.  memperhatikan berita ekonomi; 
  5.  memahami kondisi global; 
  6.  membaca volatilitas; 
  7.  menentukan titik masuk; 
  8.  menentukan titik keluar; 
  9.  mengatur risiko transaksi. 

Semua proses tersebut biasanya dilakukan oleh trader sendiri.

Jika trader belum memiliki pengalaman yang cukup, analisa bisa kurang tepat dan hasil transaksi dapat berbeda dari harapan.

Analisa Pada PT Mega Menara Mas Berjangka Secara Konvensional

Pada trading konvensional yang berkaitan dengan PT Mega Menara Mas Berjangka, analisa market tetap mengikuti model trading umum.

Instrumen seperti forex, index, metals, dan commodity membutuhkan pembacaan market yang berbeda-beda.

Contohnya:

  • Forex membutuhkan analisa pergerakan nilai mata uang. 
  • Index membutuhkan analisa pergerakan indeks pasar. 
  • Metals membutuhkan analisa harga logam seperti emas atau perak. 
  • Commodity membutuhkan analisa harga komoditas seperti hasil pertanian atau komoditas lain. 

Dalam model konvensional, trader perlu memahami faktor yang memengaruhi masing-masing instrumen tersebut.

Karena setiap instrumen memiliki karakter market yang berbeda, trader perlu memiliki pemahaman yang cukup sebelum melakukan transaksi.

Analisa Pada E*TRADE Secara Konvensional

Pada E*TRADE secara konvensional, pengguna juga perlu melakukan analisa sendiri sebelum melakukan transaksi.

Instrumen seperti saham, ETF, options, mutual funds, futures, bonds, dan CDs memiliki karakter yang berbeda.

Contohnya:

  •  saham perlu dianalisa dari sisi perusahaan dan harga pasar; 
  •  ETF perlu dipahami dari komposisi asetnya; 
  •  options perlu dianalisa dari sisi harga, waktu, dan volatilitas; 
  •  futures perlu dipahami dari sisi kontrak dan pergerakan harga; 
  •  bonds dan CDs lebih berkaitan dengan pendapatan tetap, bunga, dan jangka waktu. 

Dalam model konvensional, pengguna tetap mengambil keputusan sendiri berdasarkan informasi yang tersedia.

Platform dapat menyediakan tools dan data, tetapi keputusan transaksi tetap berada pada pengguna.

Analisa Market Dalam E*Trade Data

Dalam E*Trade Data, nasabah tidak menjalankan analisa market secara mandiri seperti trading konvensional.

Nasabah mengikuti sistem sesi dan arahan Analyst.

Analyst memberikan data sesi yang perlu diikuti oleh nasabah, seperti:

  •  aset yang dipilih; 
  •  nominal pembelian; 
  •  waktu sesi; 
  •  durasi sesi; 
  •  dan arahan menunggu auto close. 

Dengan sistem ini, nasabah tidak perlu membaca grafik, mencari titik masuk sendiri, atau menentukan waktu keluar secara manual.

Nasabah cukup mengikuti arahan sesi yang diberikan oleh Analyst sesuai data program.

Perbedaan Utama Dalam Cara Analisa

Perbedaan utama antara trading konvensional dan E*Trade Data adalah pada siapa yang melakukan analisa.

Dalam trading konvensional, analisa dilakukan oleh trader.

Dalam E*Trade Data, analisa sesi diarahkan oleh Analyst berdasarkan data program.

Perbedaannya dapat dipahami seperti berikut:

AspekTrading KonvensionalE*Trade Data
Pihak yang menganalisaTrader atau nasabahAnalyst berdasarkan data sesi
Cara membaca marketMandiriMengikuti arahan sesi
Pemilihan asetBerdasarkan keputusan traderBerdasarkan arahan Analyst
Waktu masukDitentukan traderMengikuti waktu sesi
Waktu keluarDitentukan traderAuto close oleh sistem
Risiko salah analisaLebih besar jika trader belum paham marketNasabah tidak menganalisa sendiri, tetapi mengikuti arahan

Dengan tabel ini, nasabah dapat memahami bahwa E*Trade Data memiliki mekanisme analisa yang berbeda dari trading konvensional.

Kenapa Nasabah Tidak Perlu Analisa Sendiri Dalam E*Trade Data

Nasabah tidak perlu melakukan analisa sendiri dalam E*Trade Data karena program berjalan menggunakan sistem sesi.

Pada sistem ini, data sesi sudah diarahkan oleh Analyst.

Nasabah hanya perlu memahami arahan yang diberikan dan mengikuti langkah sesuai instruksi.

Hal ini berbeda dari trading konvensional, di mana trader perlu menentukan sendiri arah transaksi.

Dalam E*Trade Data, nasabah tidak diminta untuk membaca grafik, menentukan aset sendiri, atau mencari waktu jual sendiri.

Nasabah cukup mengikuti:

arahan Analyst → pembelian aset sesuai data sesi → menunggu auto close → membaca saldo final

Peran Analyst Dalam Analisa Sesi

Analyst berperan sebagai pihak yang memberikan arahan berdasarkan data sesi.

Arahan Analyst membantu nasabah memahami apa yang harus dilakukan saat sesi berjalan.

Contoh data yang dapat diberikan Analyst:

  •  saldo akun; 
  •  nama aset; 
  •  nominal pembelian; 
  •  waktu sesi; 
  •  instruksi menunggu; 
  •  dan arahan setelah sesi selesai. 

Dengan adanya Analyst, nasabah tidak perlu mengambil keputusan transaksi secara bebas.

Namun, nasabah tetap harus teliti mengikuti arahan agar tidak salah memilih aset atau salah memasukkan nominal.

Peran Nasabah Dalam E*Trade Data

Dalam E*Trade Data, peran nasabah bukan sebagai analis market mandiri.

Peran nasabah adalah mengikuti alur sesi yang sudah diarahkan.

Nasabah perlu:

  1.  menunggu arahan Analyst; 
  2.  memilih aset sesuai instruksi; 
  3.  memasukkan nominal sesuai arahan; 
  4.  tidak mengganti aset sendiri; 
  5.  tidak menentukan waktu jual sendiri; 
  6.  menunggu auto close; 
  7.  membaca saldo final setelah sesi selesai. 

Dengan begitu, nasabah tidak perlu melakukan analisa market seperti trader konvensional.

Risiko Salah Analisa Dalam Trading Konvensional

Dalam trading konvensional, risiko salah analisa lebih besar karena keputusan berada pada trader.

Kesalahan analisa bisa terjadi karena:

  •  salah membaca arah market; 
  •  terlalu cepat masuk posisi; 
  •  terlalu lambat keluar posisi; 
  •  tidak memahami instrumen; 
  •  terlalu percaya pada prediksi sendiri; 
  •  panik saat harga bergerak; 
  •  atau tidak memiliki strategi yang jelas. 

Kesalahan seperti ini dapat memengaruhi hasil transaksi.

Karena itu, trading konvensional biasanya membutuhkan pengalaman dan kemampuan analisa yang lebih kuat.

Risiko Salah Arahan Dalam E*Trade Data

Dalam E*Trade Data, risiko utama bukan pada analisa mandiri nasabah, tetapi pada ketelitian mengikuti arahan.

Contohnya:

  •  nasabah salah memilih aset; 
  •  nasabah salah memasukkan nominal; 
  •  nasabah melakukan transaksi sebelum arahan diberikan; 
  •  nasabah tidak menunggu auto close; 
  •  atau nasabah melakukan tindakan sendiri di luar instruksi Analyst. 

Karena itu, walaupun nasabah tidak menganalisa market sendiri, nasabah tetap perlu teliti mengikuti arahan sesi.

Kenapa Analisa Dalam E*Trade Data Lebih Terstruktur

Analisa dalam E*Trade Data disebut lebih terstruktur karena tidak dilakukan secara bebas oleh masing-masing nasabah.

Nasabah mengikuti data sesi yang sudah diarahkan.

Sesi memiliki jadwal, durasi, aset, nominal, dan proses auto close.

Dengan struktur tersebut, nasabah tidak perlu membuat keputusan berbeda-beda berdasarkan tafsir pribadi.

Semua mengikuti satu alur yang sudah ditentukan dalam sesi.

Perbedaan Dari Sisi Keputusan Transaksi

Pada trading konvensional, keputusan transaksi berasal dari trader.

Trader menentukan:

  •  instrumen yang dipilih; 
  •  waktu masuk; 
  •  waktu keluar; 
  •  strategi; 
  •  nominal transaksi; 
  •  dan kapan harus menutup posisi. 

Pada E*Trade Data, keputusan transaksi mengikuti arahan sesi.

Nasabah mengikuti:

  •  aset dari Analyst; 
  •  nominal dari Analyst; 
  •  durasi sesi; 
  •  dan auto close dari sistem. 

Jadi, perbedaan utamanya adalah trading konvensional lebih mandiri, sedangkan E*Trade Data lebih diarahkan oleh sistem dan Analyst.

Contoh Perbandingan Sederhana

Contoh trading konvensional:

Seorang trader melihat harga emas sedang bergerak naik. Trader menganalisa grafik, memperkirakan arah harga, lalu memutuskan sendiri kapan membeli dan kapan menjual.

Contoh E*Trade Data:

Nasabah menunggu arahan Analyst. Analyst memberikan aset yang perlu dipilih, nominal pembelian, dan instruksi menunggu sesi selesai. Nasabah mengikuti arahan tersebut sampai sistem melakukan auto close.

Dari contoh ini, terlihat bahwa cara analisa dan cara mengambil keputusan berbeda.

Kesalahan Pemahaman Yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan pemahaman yang perlu dihindari:

  •  mengira nasabah E*Trade Data harus membaca grafik sendiri; 
  •  mengira nasabah bebas menentukan aset sendiri; 
  •  mengira arahan Analyst hanya tambahan biasa; 
  •  mengira E*Trade Data sama dengan trading forex manual; 
  •  mengira E*Trade Data sama dengan trading saham manual; 
  •  mengira auto close harus ditentukan sendiri oleh nasabah; 
  •  atau mengira semua keputusan transaksi tetap berada pada nasabah seperti trading konvensional. 

Pemahaman yang benar adalah E*Trade Data menggunakan arahan Analyst dan sistem sesi, bukan analisa mandiri seperti trading konvensional.

Hal Yang Perlu Dipahami Nasabah

Nasabah perlu memahami beberapa hal berikut:

  1.  Trading konvensional membutuhkan analisa market mandiri. 
  2.  PT Mega Menara Mas Berjangka secara konvensional berkaitan dengan instrumen seperti forex, index, metals, dan commodity. 
  3.  E*TRADE konvensional berkaitan dengan instrumen seperti saham, ETF, options, mutual funds, futures, bonds, dan CDs. 
  4.  E*Trade Data tidak meminta nasabah menganalisa market sendiri. 
  5.  Nasabah mengikuti data sesi dan arahan Analyst. 
  6.  Aset dipilih berdasarkan instruksi, bukan pilihan bebas nasabah. 
  7.  Waktu keluar transaksi menggunakan auto close. 
  8.  Ketelitian nasabah tetap diperlukan agar arahan dijalankan dengan benar. 

Kesimpulan

Perbedaan cara analisa market menjadi salah satu pembeda utama antara trading konvensional dan E*Trade Data.
Dalam trading konvensional, trader melakukan analisa sendiri terhadap instrumen seperti forex, index, metals, commodity, saham, ETF, options, futures, dan instrumen lainnya.
Trader menentukan sendiri arah transaksi, waktu masuk, waktu keluar, dan strategi yang digunakan.
Sedangkan dalam E*Trade Data, nasabah tidak melakukan analisa market secara mandiri.
Nasabah mengikuti data sesi dan arahan Analyst, memilih aset sesuai instruksi, memasukkan nominal sesuai arahan, lalu menunggu sistem melakukan auto close.
Dengan memahami perbedaan ini, nasabah dapat melihat bahwa E*Trade Data memiliki sistem analisa dan pelaksanaan sesi yang berbeda dari trading konvensional.


Diskusi

Komentar akan dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi!